Ada Penyesuaian, Program One Pesantren One Product Tetap Berjalan
Ahmad zuhdi
Selasa, 07 September 2021 - 06:20 WIB
Santri Pondok Pesantren Sidogiri sedang memperdalam bacaan kitab kuning. Foto: istimewa
Program unggulan Pemerintah Daerah Jawa Barat (Jabar), yakni bantuan modal One Pesantren One Product (OPOP) tetap berjalan untuk kali ketiga berturut-turut. Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum menyampaikan, di situasi pandemi Covid-19 sedikit mempengaruhi tapi tidak mengurangi dana untuk OPOP.
Dia mengatakan, sebelumnya memang sempat ada rencana refocusing anggaran sampai ke tahap pembicaraan apakah OPOP dapat digelar lagi atau tidak. Namun, dengan komitmen kuat hal itu urung dilaksanakan.
Baca Juga:Amalan Sunnah yang Perlu Diperbanyak di Bulan Safar
"Alhamdulillah program OPOP berhasil dilaksanakan walaupun ada penyesuaian di masa Covid-19. Ini adalah tahun ketiga pada masa kepemimpinan kami," ujar Uu dalam keterangannya, Senin (6/9/2021).
Uu menjelaskan, program OPOP tetap dilaksanakan dengan anggaran tetap meskipun ada modifikasi dalam prosesnya. "Kalau anggaran lain silakan refocusing, tapi tolong program keumatan, hibah, bansos, program OPOP jangan sekali-kali disentuh karena ini menyangkut keumatan," tuturnya.
Baca Juga:Kangen Zainuddin MZ: Tujuh Golongan yang Dapat Perlindungan Allah di Hari Akhir
Sementara, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (KUK) Provinsi Jabar Kusmana Hartadji meskipun besaran dana OPOP tetap namun ada sedikit perubahan dalam jumlah pemenang audisi, yakni akan terjadi di tahap kedua di mana asalnya menyaring 100 ponpes kini menjadi 28 ponpes.
Dia mengatakan, sebelumnya memang sempat ada rencana refocusing anggaran sampai ke tahap pembicaraan apakah OPOP dapat digelar lagi atau tidak. Namun, dengan komitmen kuat hal itu urung dilaksanakan.
Baca Juga:Amalan Sunnah yang Perlu Diperbanyak di Bulan Safar
"Alhamdulillah program OPOP berhasil dilaksanakan walaupun ada penyesuaian di masa Covid-19. Ini adalah tahun ketiga pada masa kepemimpinan kami," ujar Uu dalam keterangannya, Senin (6/9/2021).
Uu menjelaskan, program OPOP tetap dilaksanakan dengan anggaran tetap meskipun ada modifikasi dalam prosesnya. "Kalau anggaran lain silakan refocusing, tapi tolong program keumatan, hibah, bansos, program OPOP jangan sekali-kali disentuh karena ini menyangkut keumatan," tuturnya.
Baca Juga:Kangen Zainuddin MZ: Tujuh Golongan yang Dapat Perlindungan Allah di Hari Akhir
Sementara, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (KUK) Provinsi Jabar Kusmana Hartadji meskipun besaran dana OPOP tetap namun ada sedikit perubahan dalam jumlah pemenang audisi, yakni akan terjadi di tahap kedua di mana asalnya menyaring 100 ponpes kini menjadi 28 ponpes.