NU: Hilal Sudah Terlihat, Awal Zulhijah Jatuh 11 Juli
Ajeng ritzki
Sabtu, 10 Juli 2021 - 13:00 WIB
Rukyatul hilal menentukan awal Zulhijah. Foto: Antara
Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) menyatakan awal Dzulhijjah 1442 jatuh pada Ahad, 11 Juli 2021. Pengumuman ini dikeluarkan setelah lembaga tersebut melakukan hisab dengan sistem hisab jama'i (tahqiqy tadqiky ashri kontemporer) khas Nahdlatul Ulama.
Hasil hisab, seperti diumumkan dalam situs resmi LF PBNU, Sabtu (10/7/2021) menunjukkan bahwa hilal di seluruh Indonesia telah memenuhi kriteria imkanurrukyah dan kemungkinan hilal dapat terlihat, sebesar 2 derajat. Artinya, ada kemungkinan hilal tersebut dapat terpantau.
Hasil perhitungan pada Sabtu (10/7) ,bertepatan dengan 29 Zulqaidah 1442 H menunjukkan, ketinggian hilal berada pada 3 derajat 12 menit 15 detik dengan konjungsi terjadi pada pukul 08:15:38 WIB.
Hasil itu berdasarkan pemantauan di kantor pusat nasional Gedung PBNU Jalan Kramat Raya Nomor 164 Jakarta Pusat dengan koordinat 6º 11’ 25” LS 106º 50’ 50” BT.
Lebih lanjut, hilal terletak 25º 10’ 47” utara titik barat dengan kedudukannya berada pada 5º 27’ 20” utara Matahari dalam keadaan miring ke utara. Hilal dapat dilihat selama 16 menit 40 detik sejak terbenamnya matahari.
Dari hasil hisab, dapat diketahui bahwa parameter hilal terkecil terjadi di Kota Merauke Provinsi Papua dengan tinggi hilal mencapai 2 derajat 7 menit dan lama bulan di atas ufuk 11 menit 32 detik.
Sedangkan parameter hilal terbesar terjadi di Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Provinsi Jawa Barat dengan ketinggia mencapai 4 derajat 15 menit dan lama Bulan di atas ufuk 20 menit 40 detik.
Hasil hisab, seperti diumumkan dalam situs resmi LF PBNU, Sabtu (10/7/2021) menunjukkan bahwa hilal di seluruh Indonesia telah memenuhi kriteria imkanurrukyah dan kemungkinan hilal dapat terlihat, sebesar 2 derajat. Artinya, ada kemungkinan hilal tersebut dapat terpantau.
Hasil perhitungan pada Sabtu (10/7) ,bertepatan dengan 29 Zulqaidah 1442 H menunjukkan, ketinggian hilal berada pada 3 derajat 12 menit 15 detik dengan konjungsi terjadi pada pukul 08:15:38 WIB.
Hasil itu berdasarkan pemantauan di kantor pusat nasional Gedung PBNU Jalan Kramat Raya Nomor 164 Jakarta Pusat dengan koordinat 6º 11’ 25” LS 106º 50’ 50” BT.
Lebih lanjut, hilal terletak 25º 10’ 47” utara titik barat dengan kedudukannya berada pada 5º 27’ 20” utara Matahari dalam keadaan miring ke utara. Hilal dapat dilihat selama 16 menit 40 detik sejak terbenamnya matahari.
Dari hasil hisab, dapat diketahui bahwa parameter hilal terkecil terjadi di Kota Merauke Provinsi Papua dengan tinggi hilal mencapai 2 derajat 7 menit dan lama bulan di atas ufuk 11 menit 32 detik.
Sedangkan parameter hilal terbesar terjadi di Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Provinsi Jawa Barat dengan ketinggia mencapai 4 derajat 15 menit dan lama Bulan di atas ufuk 20 menit 40 detik.