Gerakan Titik Koma Bantu Pulihkan Depresi akibat Pandemi
Fajar adhitya
Selasa, 07 September 2021 - 20:55 WIB
Gerakan titik koma bantu pulihkan depresi akibat pandemi. (Foto: Dok Prov Jabar).
Gerakan titik koma bantu pulihkan depresi akibat pandemi. Sebab mental sebagian warga merasa tertekan akibat krisis yang ditimbulkan selama wabah Covid-19.
Sebanyak 60 persen warga di Jawa Barat (Jabar) mengalami kemurungan. Gerakan titik koma bantu pulihkan depresi akibat pandemi. Selain itu ada ribuan anak yatim akibat Covid.
"Itu juga harus menjadi perhatian kita," kata Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil usai Talkshow dan Konsultasi Psikologi Mental Illness di Kota Bandung belum lama ini.
Ridwan Kamil mengatakan, banyak warganya yang mengalami tekanan psikis, cemas, dan khawatir. Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) mencatat ada 68 persen masyarakat di Indonesia mengalami gangguan mental serupa.
Baca Juga: Ekonomi Digital, Perubahan Iklim dan Pandemi Covid-19 Sebabkan Kesenjangan Sosial
Gubernur Jawa mengapresiasi Gerakan Titik Koma melalui Project Semicolon yang memberikan konseling kesehatan mental secara gratis kepada masyarakat.
Pemda Provinsi Jabar juga sebelumnya telah memiliki program mobile konseling "Kekasih", konseling di rumah sakit jiwa dan hotline, juga kampung kesehatan mental.
Sebanyak 60 persen warga di Jawa Barat (Jabar) mengalami kemurungan. Gerakan titik koma bantu pulihkan depresi akibat pandemi. Selain itu ada ribuan anak yatim akibat Covid.
"Itu juga harus menjadi perhatian kita," kata Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil usai Talkshow dan Konsultasi Psikologi Mental Illness di Kota Bandung belum lama ini.
Ridwan Kamil mengatakan, banyak warganya yang mengalami tekanan psikis, cemas, dan khawatir. Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) mencatat ada 68 persen masyarakat di Indonesia mengalami gangguan mental serupa.
Baca Juga: Ekonomi Digital, Perubahan Iklim dan Pandemi Covid-19 Sebabkan Kesenjangan Sosial
Gubernur Jawa mengapresiasi Gerakan Titik Koma melalui Project Semicolon yang memberikan konseling kesehatan mental secara gratis kepada masyarakat.
Pemda Provinsi Jabar juga sebelumnya telah memiliki program mobile konseling "Kekasih", konseling di rumah sakit jiwa dan hotline, juga kampung kesehatan mental.