Sambut Grand Syekh Al-Azhar, Ketum PBNU: Selamat Datang di Negeri Ahlussunnah wal Jamaah
Tim langit 7
Rabu, 10 Juli 2024 - 15:51 WIB
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf.Foto/ist
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, menyambut kedatangan Imam Akbar Al-Azhar, Grand Syekh Ahmad El-Tayeb.
Gus Yahya menyampaikan kebanggaannya atas kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke Indonesia, bumi Ahlussunnah wal Jamaah.
“Yang Mulia Imam Akbar Al Azhar Syaikh Dr. Ahmad Al Tayeb, selamat datang di Indonesia, negeri Ahlis Sunnah Wal Jamaah,” ujar Gus Yahya dalam sambutannya pada forum Interfaith and Intercivilizational Reception di Hotel Pullman Jakarta Central Park, Jakarta, Rabu (10/7/2024).
Baca juga:Moderasi Islam, Quraish Shihab Hadiahi Grand Syekh Al-Azhar Tafsir Al-Mishbah Berbahasa Inggris
Ia menekankan, Indonesia telah menerima dan merangkul hidayah Ahlussunnah wal Jamaaah selama seribu tahun dengan keramahan dan terus berkomitmen untuk melestarikan persaudaraan, kesetaraan, dan harmoni di tengah keragaman suku, budaya, dan agama.
Dalam forum penyambutan Grand Syekh Al-Azhar tersebut, hadir Rais Aam PBNU, KH Miftahul Akhyar, serta para ulama, pengurus jamiyah, dan kader-kader NU.
Gus Yahya menyebut, mereka semua merasa gembira dan berbahagia menyambut kedatangan Syekh Al-Azhar dan rombongan, serta mengapresiasi peran Syekh Al-Tayeb dan Al-Azhar dalam menyebarkan nilai-nilai perdamaian global melalui konsep Islam Wasathiyah atau moderasi Islam.
Gus Yahya menyampaikan kebanggaannya atas kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke Indonesia, bumi Ahlussunnah wal Jamaah.
“Yang Mulia Imam Akbar Al Azhar Syaikh Dr. Ahmad Al Tayeb, selamat datang di Indonesia, negeri Ahlis Sunnah Wal Jamaah,” ujar Gus Yahya dalam sambutannya pada forum Interfaith and Intercivilizational Reception di Hotel Pullman Jakarta Central Park, Jakarta, Rabu (10/7/2024).
Baca juga:Moderasi Islam, Quraish Shihab Hadiahi Grand Syekh Al-Azhar Tafsir Al-Mishbah Berbahasa Inggris
Ia menekankan, Indonesia telah menerima dan merangkul hidayah Ahlussunnah wal Jamaaah selama seribu tahun dengan keramahan dan terus berkomitmen untuk melestarikan persaudaraan, kesetaraan, dan harmoni di tengah keragaman suku, budaya, dan agama.
Dalam forum penyambutan Grand Syekh Al-Azhar tersebut, hadir Rais Aam PBNU, KH Miftahul Akhyar, serta para ulama, pengurus jamiyah, dan kader-kader NU.
Gus Yahya menyebut, mereka semua merasa gembira dan berbahagia menyambut kedatangan Syekh Al-Azhar dan rombongan, serta mengapresiasi peran Syekh Al-Tayeb dan Al-Azhar dalam menyebarkan nilai-nilai perdamaian global melalui konsep Islam Wasathiyah atau moderasi Islam.