Teknologi AI Bukan Ancaman Dunia Pendidikan, Malah Bantu Guru Wujudkan Kurikulum Merdeka
Tim langit 7
Selasa, 13 Agustus 2024 - 18:00 WIB
ilustrasi
Kemajuan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam ekosistem pendidikan bukan sebagai ancaman. Sebaliknya, dengan bantuan AI, para guru dapat mewujudkan implementasi kurikulum merdeka secara efektif.
Pernyataan ini diungkapkan Wakil Ketua Umum PP Pergunu Achmad Zuhri yang menjadi narasumber seminar "Penguatan Implementasi Kurikulum Merdeka di Era Artificial Intelligence (AI)" di Aula Gedung FTIK Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah, Palembang, Sumatra Selatan,
“Kecerdasan buatan bukanlah ancaman, melainkan peluang besar bagi dunia pendidikan. Dengan integrasi yang tepat, AI dapat membantu kita mewujudkan implementasi kurikulum merdeka yang lebih efektif dan adaptif terhadap kebutuhan zaman,” ujar Zuhri. Seminar ini digelar Pimpinan Pusat (PP) Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu).
Baca juga:Prestasi Gemilang, 10 UIN Raih Akreditasi Unggul, Dorong Kualitas Pendidikan Tinggi Islam Indonesia
Sekretaris Umum PP Pergunu Aris Adi Leksono mengungkapkan pentingnya perlindungan dan pengawasan anak pada satuan pendidikan. Mengingat sejauh ini kekerasan di lingkungan satuan pendidikan masih banyak ditemukan. Hal itu perlu menjadi perhatian para guru dan warga sekolah untuk memastikan perlindungan maksimal di lingkungan sekolah.
“Kita masih sering menemukan pola kekerasan pada anak di lingkungan sekolah. Sebagai pendidik dan pihak terkait, kita harus bersama-sama memperkuat upaya preventif dan memastikan perlindungan maksimal untuk anak-anak kita,” ujar Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) itu.
Fasilitator kegiatan Tatang Manggala menyampaikan, Seminar Penguatan Implementasi Kurikulum Merdeka bertujuan untuk memperkuat pemahaman para pendidik tentang pentingnya kurikulum merdeka di era teknologi yang semakin maju. Selain itu, dapat memberikan wawasan praktis tentang bagaimana melindungi anak-anak di lingkungan pendidikan.
Pernyataan ini diungkapkan Wakil Ketua Umum PP Pergunu Achmad Zuhri yang menjadi narasumber seminar "Penguatan Implementasi Kurikulum Merdeka di Era Artificial Intelligence (AI)" di Aula Gedung FTIK Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah, Palembang, Sumatra Selatan,
“Kecerdasan buatan bukanlah ancaman, melainkan peluang besar bagi dunia pendidikan. Dengan integrasi yang tepat, AI dapat membantu kita mewujudkan implementasi kurikulum merdeka yang lebih efektif dan adaptif terhadap kebutuhan zaman,” ujar Zuhri. Seminar ini digelar Pimpinan Pusat (PP) Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu).
Baca juga:Prestasi Gemilang, 10 UIN Raih Akreditasi Unggul, Dorong Kualitas Pendidikan Tinggi Islam Indonesia
Sekretaris Umum PP Pergunu Aris Adi Leksono mengungkapkan pentingnya perlindungan dan pengawasan anak pada satuan pendidikan. Mengingat sejauh ini kekerasan di lingkungan satuan pendidikan masih banyak ditemukan. Hal itu perlu menjadi perhatian para guru dan warga sekolah untuk memastikan perlindungan maksimal di lingkungan sekolah.
“Kita masih sering menemukan pola kekerasan pada anak di lingkungan sekolah. Sebagai pendidik dan pihak terkait, kita harus bersama-sama memperkuat upaya preventif dan memastikan perlindungan maksimal untuk anak-anak kita,” ujar Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) itu.
Fasilitator kegiatan Tatang Manggala menyampaikan, Seminar Penguatan Implementasi Kurikulum Merdeka bertujuan untuk memperkuat pemahaman para pendidik tentang pentingnya kurikulum merdeka di era teknologi yang semakin maju. Selain itu, dapat memberikan wawasan praktis tentang bagaimana melindungi anak-anak di lingkungan pendidikan.