Pejabat Hamas: Pembicaraan Gencatan Senjata Tak Sesuai Kesepakatan 2 Juli
Nabil
Sabtu, 17 Agustus 2024 - 09:31 WIB
Pejabat Hamas: Pembicaraan Gencatan Senjata Tak Sesuai Kesepakatan 2 Juli
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Kabar terbaru dari Timur Tengah! Seorang petinggi Hamas baru saja buka suara. Menurutnya, hasil pembicaraan gencatan senjata di Doha nggak sejalan dengan yang sudah disepakati pada 2 Juli lalu. Wah, apa nih yang sebenarnya terjadi?
Hamas tegas menolak "syarat baru" dari Israel dalam proposal gencatan senjata dan pembebasan sandera di Gaza. Mereka nggak mau tuh dengan ide Israel untuk tetap menempatkan pasukan di perbatasan Gaza-Mesir.
Baca Juga: Putaran Baru Perundingan Gencatan Senjata Gaza di Qatar Berlanjut Jumat Ini
Baca Juga: Uni Eropa Berencana Jatuhkan Sanksi pada Pejabat Israel
Sebaliknya, Hamas punya tuntutan sendiri: gencatan senjata total, penarikan pasukan Israel dari Gaza, pemulangan pengungsi, dan pertukaran tahanan tanpa syarat. Sementara Israel masih ngotot mau punya hak veto soal tahanan yang ditukar.
Di sisi lain, Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant, ngobrol serius dengan rekannya dari AS, Lloyd Austin. Mereka bahas pentingnya negosiasi pembebasan sandera yang masih ditahan Hamas sejak 7 Oktober.
Gallant menegaskan, "Pencapaian kesepakatan ini bukan cuma kewajiban moral, tapi juga prioritas keamanan strategis."
Hamas tegas menolak "syarat baru" dari Israel dalam proposal gencatan senjata dan pembebasan sandera di Gaza. Mereka nggak mau tuh dengan ide Israel untuk tetap menempatkan pasukan di perbatasan Gaza-Mesir.
Baca Juga: Putaran Baru Perundingan Gencatan Senjata Gaza di Qatar Berlanjut Jumat Ini
Baca Juga: Uni Eropa Berencana Jatuhkan Sanksi pada Pejabat Israel
Sebaliknya, Hamas punya tuntutan sendiri: gencatan senjata total, penarikan pasukan Israel dari Gaza, pemulangan pengungsi, dan pertukaran tahanan tanpa syarat. Sementara Israel masih ngotot mau punya hak veto soal tahanan yang ditukar.
Di sisi lain, Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant, ngobrol serius dengan rekannya dari AS, Lloyd Austin. Mereka bahas pentingnya negosiasi pembebasan sandera yang masih ditahan Hamas sejak 7 Oktober.
Gallant menegaskan, "Pencapaian kesepakatan ini bukan cuma kewajiban moral, tapi juga prioritas keamanan strategis."