Indeks Keyakinan Konsumen Menurun 77,3 Persen, INDEF: Terburuk 12 Tahun Terakhir
Mahmuda attar hussein
Jum'at, 10 September 2021 - 19:35 WIB
Ilustrasi komsusi konsumen yang menurun akibat PPKM. Foto: Langit7/Istock
Pemulihan ekonomi Indonesia tergantung dari tingkatan konsumsi masyarakat. Jika konsumsi masyakarat terbilang tinggi, maka bisa dipastikan pemulihan ekonomi berjalan dengan baik.
Namun, dengan diberlakukannya PPKM Darurat, menyebabkan sebagian besar konsumen mengerem kebutuhan konsumsi mereka. Dari survey yang dilakukan Bank Indonesia, menunjukkan indeks keyakinan konsumen (IKK) menurun hingga diangka 77,3 persen, yang menunjukkan penurunan terendah dalam 12 tahun terakhir.
“Ini menjadi kabar yang tidak menggembirakan, karena keyakinan konsumen berada dilevel pesimis,” ujar Wakil Direktur INDEF, Eko Listiyanto secara daring dalam diskusi Analisi Big Data: Apa Kabar Konsumen Indonesia Selama PPKM? Jumat (10/9).
Baca juga:PPKM Terus Berlanjut, Masyarakat Pesimis Ekonomi Bisa Pulih dalam Waktu Singkat
Menurutnya, hal tersebut disebabkan karena kebijakan PPKM Darurat yang hingga kini masih diberlakukan untuk menekan laju penyebaran virus Covid-19. Sebelumnya, lanjut dia, IKK Indonesia berada di atas 100 persen.
Terlebih, konsumen Indonesia yang pesimis itu juga didukung dengan indeks ekonomi (IEK) saat ini, yang memperlihatkan belum memulihnya perekonomian tanah air. Apalagi, IEK juga sempat dihantam dengan kasus delta hingga turun diangka 59,4 persen.
“Memang perekonomian saat ini sedang berangsur pulih, tapi belum pulih. Ini sinyal lemah pemulihan ekonomi, mungkin September ini ada pergerakan lebih tinggi, karena mobilitas juga perlahan sudah direnggangkan kembali,” ujarnya.
Namun, dengan diberlakukannya PPKM Darurat, menyebabkan sebagian besar konsumen mengerem kebutuhan konsumsi mereka. Dari survey yang dilakukan Bank Indonesia, menunjukkan indeks keyakinan konsumen (IKK) menurun hingga diangka 77,3 persen, yang menunjukkan penurunan terendah dalam 12 tahun terakhir.
“Ini menjadi kabar yang tidak menggembirakan, karena keyakinan konsumen berada dilevel pesimis,” ujar Wakil Direktur INDEF, Eko Listiyanto secara daring dalam diskusi Analisi Big Data: Apa Kabar Konsumen Indonesia Selama PPKM? Jumat (10/9).
Baca juga:PPKM Terus Berlanjut, Masyarakat Pesimis Ekonomi Bisa Pulih dalam Waktu Singkat
Menurutnya, hal tersebut disebabkan karena kebijakan PPKM Darurat yang hingga kini masih diberlakukan untuk menekan laju penyebaran virus Covid-19. Sebelumnya, lanjut dia, IKK Indonesia berada di atas 100 persen.
Terlebih, konsumen Indonesia yang pesimis itu juga didukung dengan indeks ekonomi (IEK) saat ini, yang memperlihatkan belum memulihnya perekonomian tanah air. Apalagi, IEK juga sempat dihantam dengan kasus delta hingga turun diangka 59,4 persen.
“Memang perekonomian saat ini sedang berangsur pulih, tapi belum pulih. Ini sinyal lemah pemulihan ekonomi, mungkin September ini ada pergerakan lebih tinggi, karena mobilitas juga perlahan sudah direnggangkan kembali,” ujarnya.