Indonesia dan Amerika Bidik Kerjasama Kota Pintar dan Berkelanjutan
Zulkarmedi siregar
Ahad, 11 Juli 2021 - 08:10 WIB
Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa saat berkunjung ke Amerika Serikat. Foto: Bappenas
Pertemuan Indonesia-US Roundtable Discussion: Lesson Learned from San Francisco Bay Area di Konsulat Jenderal Republik Indonesia San Francisco, Jumat (9/7) waktu setempat mengawali rangkaian Kunjungan Kerja Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa ke Amerika Serikat (AS).
Suharso datang ke Amerika dalam rangka menghadiri United Nations High-level Political Forum on Sustainable Development hingga penyampaian Indonesia’s Voluntary National Review 2021: Sustainable and Resilient Recovery from the Covid-19 Pandemic for the Achievement of the 2030 Agenda.
Bersama Konsul Jenderal Republik Indonesia di San Francisco Simon D.I Soekarno, Executive Director GlobalSF Darlene Chiu-Bryant,Presiden dan CEO San Francisco Chamberof Commerce Rodney Fong,Senior Manager dan Business DevelopmentGlobalSF Peter Lou, Interim Executive DirectorOffice of Community Investment and InfrastructureSally Oerth, Menteri Suharso membahas pengembangan ekosistem inovasi dan pengembangan kembali wilayah kota yang berbasis kerja sama publik dan swasta di San Francisco agar dapat menjadi salah satu rujukan pembangunan berkelanjutan.
Selagi konsisten berupaya melaksanakan mitigasi pandemi Covid-19, Indonesia membidik reindustrialisasi yang didukung tenaga kerja yang lebih produktif untuk pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
“Kita memerlukan sektor ekonomi produktif yang menciptakan nilai tambahperekonomian, itu yang kita sebut dengan reindustrialisasi Indonesia,” tutur Menteri Suharso.
Indonesia dapat memetik pelajaran dari kesuksesan San Francisco yang tumbuh menjadi smart and sustainablecity yang digerakkan oleh pengembangan pusat teknologi informasi/digital, bioteknologi, dan pendidikan kelas dunia.
Deputi Bidang Ekonomi Kementerian PPN/Bappenas Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan bahwa kerja sama Indonesia-AS bertujuan untuk mendukung komitmen Indonesia dalam mendorong transformasi ekonomi yang menerapkan industri 4.0, ekonomi digital, dan ekonomi hijau.
Suharso datang ke Amerika dalam rangka menghadiri United Nations High-level Political Forum on Sustainable Development hingga penyampaian Indonesia’s Voluntary National Review 2021: Sustainable and Resilient Recovery from the Covid-19 Pandemic for the Achievement of the 2030 Agenda.
Bersama Konsul Jenderal Republik Indonesia di San Francisco Simon D.I Soekarno, Executive Director GlobalSF Darlene Chiu-Bryant,Presiden dan CEO San Francisco Chamberof Commerce Rodney Fong,Senior Manager dan Business DevelopmentGlobalSF Peter Lou, Interim Executive DirectorOffice of Community Investment and InfrastructureSally Oerth, Menteri Suharso membahas pengembangan ekosistem inovasi dan pengembangan kembali wilayah kota yang berbasis kerja sama publik dan swasta di San Francisco agar dapat menjadi salah satu rujukan pembangunan berkelanjutan.
Selagi konsisten berupaya melaksanakan mitigasi pandemi Covid-19, Indonesia membidik reindustrialisasi yang didukung tenaga kerja yang lebih produktif untuk pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
“Kita memerlukan sektor ekonomi produktif yang menciptakan nilai tambahperekonomian, itu yang kita sebut dengan reindustrialisasi Indonesia,” tutur Menteri Suharso.
Indonesia dapat memetik pelajaran dari kesuksesan San Francisco yang tumbuh menjadi smart and sustainablecity yang digerakkan oleh pengembangan pusat teknologi informasi/digital, bioteknologi, dan pendidikan kelas dunia.
Deputi Bidang Ekonomi Kementerian PPN/Bappenas Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan bahwa kerja sama Indonesia-AS bertujuan untuk mendukung komitmen Indonesia dalam mendorong transformasi ekonomi yang menerapkan industri 4.0, ekonomi digital, dan ekonomi hijau.