Tokoh Penyusun Al-Quran: Zaid bin Tsabit Sukses Tunaikan Amanah Mulia
Ahmad zuhdi
Ahad, 12 September 2021 - 19:04 WIB
Ilustrasi kitab suci ummat Islam sekaligus mukjizat nabi Muhammad SAW, Al-Quran. Foto: Langit7.id/iStock
Ada nama Zaid bin Tsabit dalam penyusunan hingga terciptanya mushaf Al-Quran. Meski tidak serta merta karena dirinya, setidaknya Zaid punya andil dalam menyatukan ayar-ayat Quran yang kala itu tersebar di mana-mana.
Kala belia, Zaid bin Tsabit merupakan anak kecil yang tidak pernah berhenti untuk selalu bisa dekat dengan Nabi Muhammad SAW. Dia pun menghafal beberapa surat dan melantunkan Kalam Ilahi dengan langgam yang luar biasa indah didengar. Rupanya, aksi Zaid tersebut berhasilmemikat hati Rasulullah SAW.
Baca Juga:10 Doa dari Al Quran, Bisa Diamalkan saat Hati Gelisah
Baginda Rasul pun kagum dan mulai mengajarkan sebagian ilmu Allah SWT kepada Zaid. Alhasil, Zaid pun tumbuh sebagai pemuda generasi penerus yang berilmu luas di bawah pengawasan Rasulullah SAW.
Dilansir dari buku, Menulis Al-Qur’an Juz 28, penerbit Zain disebutkan,pada Perang Yamamah di zaman khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq, banyak dari para penghafal Al-Qur’an yang mati syahid. Merespons kondisi tersebut, Umar bin Khattab bergegas menghadap Sang Khalifah dan menyarankan untuk segera mengumpulkan para huffadz (penghafal Al-Quran) beserta ayat-ayat yang mereka hafal.
Dalam proyek tersebut, Zaid bin Tsabit mendapat amanah Abu Bakar untuk mengumpulkan lembaran ayat-ayat tersebut agar dibukukan. Sebuah tugas muliabagi Zaid yang dahulu menggunakan Al-Quran agar bisa dekat dengan Rasulullah.
Baca Juga:Makna Nikah dalam Al-Quran dan Sunnah
Kala belia, Zaid bin Tsabit merupakan anak kecil yang tidak pernah berhenti untuk selalu bisa dekat dengan Nabi Muhammad SAW. Dia pun menghafal beberapa surat dan melantunkan Kalam Ilahi dengan langgam yang luar biasa indah didengar. Rupanya, aksi Zaid tersebut berhasilmemikat hati Rasulullah SAW.
Baca Juga:10 Doa dari Al Quran, Bisa Diamalkan saat Hati Gelisah
Baginda Rasul pun kagum dan mulai mengajarkan sebagian ilmu Allah SWT kepada Zaid. Alhasil, Zaid pun tumbuh sebagai pemuda generasi penerus yang berilmu luas di bawah pengawasan Rasulullah SAW.
Dilansir dari buku, Menulis Al-Qur’an Juz 28, penerbit Zain disebutkan,pada Perang Yamamah di zaman khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq, banyak dari para penghafal Al-Qur’an yang mati syahid. Merespons kondisi tersebut, Umar bin Khattab bergegas menghadap Sang Khalifah dan menyarankan untuk segera mengumpulkan para huffadz (penghafal Al-Quran) beserta ayat-ayat yang mereka hafal.
Dalam proyek tersebut, Zaid bin Tsabit mendapat amanah Abu Bakar untuk mengumpulkan lembaran ayat-ayat tersebut agar dibukukan. Sebuah tugas muliabagi Zaid yang dahulu menggunakan Al-Quran agar bisa dekat dengan Rasulullah.
Baca Juga:Makna Nikah dalam Al-Quran dan Sunnah