Gelar Forum IIA di Kampus, Pertamina Ajak Mahasiswa Belajar dari Praktisi Hulu Migas
Tim langit 7
Rabu, 09 Oktober 2024 - 09:15 WIB
Direktur Pertamina Subholding Upstream Regional Jawa Wisnu Hindadari mendengarkan paparan peserta di Forum IIA di Kampus ITS, Surabaya.Foto/Langit7
Forum Improvement & Innovation Award (IIA) 2024 Pertamina Subholding Upstream Regional Jawa digelar di Kampus ITS, Selasa-Kamis (8-10 Oktober 2024).
Dengan tema Driving Innovation: Pioneering Sustainable Energy and Community Development, Forum IIA memberikan kesempatan mahasiswa ITS dari lintas jurusan untuk menyerap ilmu dari para pakar, praktisi hulu migas Pertamina dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Banyak peluang sekaligus tantangan dalam mewujudkan ketahanan energi nasional, khususnya upaya eksplorasi laut dalam dan operasional lepas pantai, seperti yang dipaparkan oleh VP Exploration Pertamina Subholding Upstream Regional Jawa, Indra Yuliandri.
“Kebutuhan energi kita saat ini belum bisa sepenuhnya didukung oleh energi terbarukan. Energi migas masih sangat dibutuhkan untuk mendukung suplai energi di Indonesia, setidaknya dalam 50 hingga 100 tahun ke depan,” papar Indra.
Baca juga:Dosen ITB dan ITS Kolaborasi Rancang FEED Proyek Geng North
Indra mengungkapkan, saat iniPertamina Subholding Upstream Regional Jawa dalam proses mengeksplorasi wilayah kerja baru East Natuna, di Kepulauan Riau. Setelah diawali analisa kajian geologi and geofisika pada 2023, kegiatan seismik lepas pantai telah dimulai awal Oktober ini.
"Tujuannya untuk memetakan struktur geologi bawah permukaan bumi. Target kami di 2026 sudah bisa dilakukan pengeboran untuk membuktikan adanya cadangan hidrokarbon di wilayah tersebut,” lanjut Indra.
Dengan tema Driving Innovation: Pioneering Sustainable Energy and Community Development, Forum IIA memberikan kesempatan mahasiswa ITS dari lintas jurusan untuk menyerap ilmu dari para pakar, praktisi hulu migas Pertamina dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Banyak peluang sekaligus tantangan dalam mewujudkan ketahanan energi nasional, khususnya upaya eksplorasi laut dalam dan operasional lepas pantai, seperti yang dipaparkan oleh VP Exploration Pertamina Subholding Upstream Regional Jawa, Indra Yuliandri.
“Kebutuhan energi kita saat ini belum bisa sepenuhnya didukung oleh energi terbarukan. Energi migas masih sangat dibutuhkan untuk mendukung suplai energi di Indonesia, setidaknya dalam 50 hingga 100 tahun ke depan,” papar Indra.
Baca juga:Dosen ITB dan ITS Kolaborasi Rancang FEED Proyek Geng North
Indra mengungkapkan, saat iniPertamina Subholding Upstream Regional Jawa dalam proses mengeksplorasi wilayah kerja baru East Natuna, di Kepulauan Riau. Setelah diawali analisa kajian geologi and geofisika pada 2023, kegiatan seismik lepas pantai telah dimulai awal Oktober ini.
"Tujuannya untuk memetakan struktur geologi bawah permukaan bumi. Target kami di 2026 sudah bisa dilakukan pengeboran untuk membuktikan adanya cadangan hidrokarbon di wilayah tersebut,” lanjut Indra.