LANGIT7.ID-, Kediri - - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (
PBNU) menetapkan empat kriteria khusus dalam menentukan tuan rumah penyelenggaraan
Muktamar ke-35 NU yang dijadwalkan berlangsung pada 1-5 Agustus 2026.
Keputusan tersebut disampaikan dalam rangkaian Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU 2026 yang digelar di
Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur.
Baca juga: Hasil Munas-Konbes NU di Kediri: Muktamar ke-35 Digelar 1-5 Agustus 2026Sekretaris Steering Committee (SC) Munas-Konbes NU 2026, Mohammad Nuh, menjelaskan bahwa lokasi muktamar belum diputuskan meskipun sejumlah daerah telah mengajukan diri sebagai tuan rumah.
Di antaranya berasal dari Nusa Tenggara Barat, Jawa Timur, Jawa Barat, Jakarta, dan Sumatra Barat. PBNU akan membentuk tim khusus untuk melakukan peninjauan sebelum menetapkan lokasi penyelenggaraan.
Menurut Nuh, terdapat empat aspek utama yang menjadi dasar penilaian PBNU.
Kriteria pertama adalah kelayakan sarana dan prasarana. Daerah calon tuan rumah harus memiliki fasilitas yang memadai untuk mendukung penyelenggaraan forum tertinggi organisasi NU yang dihadiri ribuan peserta dari berbagai daerah.
Kedua, aspek keamanan. PBNU menilai keamanan menjadi syarat mutlak agar seluruh rangkaian persidangan dan agenda muktamar berjalan tertib serta hanya diikuti oleh peserta yang memiliki hak dan kewenangan sesuai ketentuan organisasi.
"Karena ini menyangkut muktamar, maka harus dipastikan keamanannya. Jangan sampai orang yang tidak punya kewenangan atau eligibilitas untuk ikut masuk ruangan," ujar Nuh seperti dikutip NU Online, Kamis (25/6/2026).
Baca juga: Munas NU 2026 Soroti Dana Haji, Rekomendasi 3 Perubahan Pengelolaan Nilai ManfaatKetiga adalah kesiapan finansial daerah penyelenggara. Kemampuan pendanaan menjadi pertimbangan penting mengingat besarnya kebutuhan logistik dan operasional dalam pelaksanaan muktamar berskala nasional tersebut.
Adapun kriteria keempat yang menjadi ciri khas NU adalah aspek spiritual. Nuh menegaskan bahwa setiap keputusan penting di lingkungan NU selalu mempertimbangkan dimensi spiritual sebagai bagian dari tradisi organisasi.
“Di NU selalu hasil akhirnya itu pertimbangan spiritual,” tambah Nuh.
Ia menambahkan bahwa penentuan lokasi Munas-Konbes 2026 di Ploso juga melalui kajian fisik dan pertimbangan spiritual, dan metode yang sama akan digunakan dalam menentukan lokasi Muktamar ke-35 NU.
PBNU menargetkan penetapan lokasi dilakukan setelah tim melakukan kajian menyeluruh terhadap seluruh daerah pengusul.
Baca juga: Cukur, Pijat, hingga Jajan Gratis, Booth LAZISNU Curi Perhatian di Munas NU 2026"Kami akan segera membentuk tim yang akan melakukan review dari tempat-tempat tadi itu," katanya.
Muktamar ke-35 NU sendiri menjadi muktamar pertama pada abad kedua perjalanan organisasi dan diharapkan menjadi momentum penguatan khidmah NU bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan.
(est)