LANGIT7.ID, Kediri,- -
Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes)
Nahdlatul Ulama (NU) menyepakati pelaksanaan
Muktamar ke-35 NU pada 1-5 Agustus 2026.
Baca juga: Munas NU 2026 Soroti Dana Haji, Rekomendasi 3 Perubahan Pengelolaan Nilai ManfaatMeski demikian, forum belum menetapkan lokasi penyelenggaraan muktamar lima tahunan
organisasi Islam terbesar di Indonesia itu.
"Munas dan Konbes ini satu rangkaian dengan Muktamar yang insyaallah akan dilaksanakan 1 sampai 5 Agustus 2026," ujar Sekretaris Steering Commitee (SC) Munas-Konbes NU 2026, Mohammad Nuh saat konferensi pers usai Sidang Pleno III di Ploso, Kediri, Jawa Timur pada Senin (21/6/2026).
Sejumlah wilayah diketahui telah menyatakan minat untuk menjadi tuan rumah Muktamar ke-35 NU. Di antaranya berasal dari Nusa Tenggara Barat, Jawa Timur, Jawa Barat, Jakarta, dan Sumatra Barat.
Namun, kata Nuh, penentuan lokasi tidak semata-mata berdasarkan keinginan daerah, melainkan harus memenuhi seluruh persyaratan yang telah ditetapkan.
Baca juga: Hasil Munas NU 2025: Kekerasan di Lembaga Pendidikan adalah HaramNuh menegaskan bahwa PBNU akan segera membentuk tim khusus untuk melakukan peninjauan dan kajian terhadap daerah-daerah tersebut sebelum menetapkan lokasi penyelenggaraan.
Ia menjelaskan bahwa terdapat empat aspek utama yang menjadi pertimbangan dalam menentukan lokasi muktamar.
Pertama, kelayakan sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk mendukung penyelenggaraan forum organisasi terbesar di lingkungan Nadhlatul Ulama tersebut.
Kedua, aspek keamanan. Menurutnya, muktamar harus diselenggarakan di lokasi yang mampu menjamin keamanan peserta serta memastikan seluruh proses persidangan berlangsung tertib.
"Karena ini menyangkut muktamar, maka harus dipastikan keamanannya. Jangan sampai orang yang tidak punya kewenangan atau eligibilitas untuk ikut masuk ruangan," ujarnya.
Baca juga: Cukur, Pijat, hingga Jajan Gratis, Booth LAZISNU Curi Perhatian di Munas NU 2026Pertimbangan ketiga adalah kesiapan finansial daerah penyelenggara. Sementara yang keempat adalah aspek spiritual yang selama ini menjadi salah satu ciri khas dalam pengambilan keputusan penting di lingkungan NU. "Tentu di NU selalu hasil akhirnya itu pertimbangan spiritual," kata Nuh.
(est)