Bangkitkan Pariwisata dan Ekonomi melalui Toraja Highland Festival
Garry Talentedo Kesawa
Senin, 13 September 2021 - 23:20 WIB
Ilustrasi. Pelaksanaan event Toraja Internasional Festival ke 9 tahun 2021 belum lama ini. (foto: ANTARA)
Pemerintah Kabupaten Toraja Utara (Torut), Sulawesi Selatan, akan menggelar event Toraja Highland Festival 2021. Event ini disebut-sebut sebagai upaya membangkitkan pariwisata dan ekonomi kemasyarakatan.
Kepala Bidang Pengembangan Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sulsel Rahmaniar, mengatakan bahwa Highland Festival merupakan inisiasi Pemerintah Daerah (pemda) Toraja Utara untuk menggiatkan sektor pariwisata dan ekonomi.
"Highland ini adalah event baru yang akan digelar di Toraja dan mengumpulkan para pelaku UMKM setempat. Diagendakan Menparekraf Sandiaga Uno akan hadir," kata Rahmaniar di Makassar, seperti dikutip Senin (13/9).
Rahmaniar menjelaskan jika penyelenggaraan event ini seharusnya digelar pada 20-26 September mendatang. Akan tetapi, jadwal harus diundur ke tanggal 4-10 Oktober di kawasan Kete Ketsu.
Baca juga:Candi Ratu Boko Sleman Siap Dibuka, Pengunjung Wajib Instal Aplikasi PeduliLindungi
"Ini untuk mencocokkan jadwal Pak Menteri, karena Kemenparekraf ikut mendukung event ini sebagai bagian dari geliat kepariwisataan di masa pandemi," ujarnya.
Ditambahkan oleh Niar, event Toraja Highland Festival juga akan memberikan apresiasi kepada tiga desa wisata di Sulsel yang masuk dalam kategori 50 desa wisata terbaik se-Indonesia. Masing-masing desa tersebut berada di Kabupaten Toraja, Toraja Utara dan Bulukumba.
Kepala Bidang Pengembangan Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sulsel Rahmaniar, mengatakan bahwa Highland Festival merupakan inisiasi Pemerintah Daerah (pemda) Toraja Utara untuk menggiatkan sektor pariwisata dan ekonomi.
"Highland ini adalah event baru yang akan digelar di Toraja dan mengumpulkan para pelaku UMKM setempat. Diagendakan Menparekraf Sandiaga Uno akan hadir," kata Rahmaniar di Makassar, seperti dikutip Senin (13/9).
Rahmaniar menjelaskan jika penyelenggaraan event ini seharusnya digelar pada 20-26 September mendatang. Akan tetapi, jadwal harus diundur ke tanggal 4-10 Oktober di kawasan Kete Ketsu.
Baca juga:Candi Ratu Boko Sleman Siap Dibuka, Pengunjung Wajib Instal Aplikasi PeduliLindungi
"Ini untuk mencocokkan jadwal Pak Menteri, karena Kemenparekraf ikut mendukung event ini sebagai bagian dari geliat kepariwisataan di masa pandemi," ujarnya.
Ditambahkan oleh Niar, event Toraja Highland Festival juga akan memberikan apresiasi kepada tiga desa wisata di Sulsel yang masuk dalam kategori 50 desa wisata terbaik se-Indonesia. Masing-masing desa tersebut berada di Kabupaten Toraja, Toraja Utara dan Bulukumba.