Wamendag Roro Buka Forum Dialog UMKM Perempuan untuk Ekspansi ke Pasar Australia
Tim langit 7
Rabu, 06 November 2024 - 15:50 WIB
Wamendag Roro Buka Forum Dialog UMKM Perempuan untuk Ekspansi ke Pasar Australia
LANGIT7.ID-, Jakarta- -Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri mendorong keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) perempuan di pasar global, khususnya Australia. Menurut Wamendag Roro, pelaku UMKM perempuan dapat menjadi pelopor dalam inovasi, ketangguhan, dan kemajuan perdagangan. Potensi tersebut dapat terwujud jika hambatan bagi perempuan untuk berkiprah di perdagangan internasional dapat diatasi, seperti tersedianya akses untuk meningkatkan pengetahuan para pelaku UMKM perempuan tentang pasar negara mitra.
Hal ini disampaikan Wamendag Roro saat memberikan sambutan kunci sekaligus membuka kegiatan "Women-Led SMEs Dialogue Forum on Trade: Go Big, Go Global" kemarin, Selasa (5/11) di The Sultan Hotel, Jakarta.
Baca juga: Wamendag Pimpin Negosiasi CEPA RI-Kanada, Hasilkan Terobosan Substansial
"Kami juga berharap para pelaku UMKM perempuan dapat menyampaikan usulan terkait kebijakan dalam forum ini. Hal itu guna mendukung keterlibatan yang lebih besar bagi pelaku UMKM perempuan pada perdagangan internasional, khususnya antara Indonesia dan Australia. Sebab, pelaku UMKM perempuan dapat menjadi pelopor dalam inovasi, ketangguhan, dan kemajuan perdagangan. Untuk mewujudkannya, tentu hal-hal yang menghambat keterlibatan perempuan harus segera kita atasi," ujar Wamendag Roro, dikutip Rabu (6/11/2024).
Wamendag Roro menuturkan, forum dialog ini juga disiapkan untuk menggali minat dan potensi UMKM perempuan dalam melakukan ekspor, termasuk upaya mitigasi risiko terhadap hambatan ekspor di lapangan. Forum ini diharapkan dapat membuka dialog mengenai tantangan yang dihadapi perempuan dalam usaha mereka menuju ekspor, sesi praktis tentang pembiayaan perdagangan, dan wawasan tentang pasar Australia.
Pada kesempatan tersebut Wamendag Roro mengatakan, pelaku UMKM perempuan dapat memanfaatkan kantor-kantor konsultasi milik Kementerian Perdagangan di daerah untuk memperoleh informasi pasar hingga pengembangaan produk ekspor. Adapun kantor-kantor konsultasi tersebut meliputi Export Center di Surabaya dan Makassar, serta Free Trade Agreement (FTA) Center yang berlokasi di Bandung, Semarang, dan Jakarta.
Baca juga:Mendag Budi Rayakan Capaian 400.000 Kontainer Ekspor Makanan Olahan ke 15 Negara
Hal ini disampaikan Wamendag Roro saat memberikan sambutan kunci sekaligus membuka kegiatan "Women-Led SMEs Dialogue Forum on Trade: Go Big, Go Global" kemarin, Selasa (5/11) di The Sultan Hotel, Jakarta.
Baca juga: Wamendag Pimpin Negosiasi CEPA RI-Kanada, Hasilkan Terobosan Substansial
"Kami juga berharap para pelaku UMKM perempuan dapat menyampaikan usulan terkait kebijakan dalam forum ini. Hal itu guna mendukung keterlibatan yang lebih besar bagi pelaku UMKM perempuan pada perdagangan internasional, khususnya antara Indonesia dan Australia. Sebab, pelaku UMKM perempuan dapat menjadi pelopor dalam inovasi, ketangguhan, dan kemajuan perdagangan. Untuk mewujudkannya, tentu hal-hal yang menghambat keterlibatan perempuan harus segera kita atasi," ujar Wamendag Roro, dikutip Rabu (6/11/2024).
Wamendag Roro menuturkan, forum dialog ini juga disiapkan untuk menggali minat dan potensi UMKM perempuan dalam melakukan ekspor, termasuk upaya mitigasi risiko terhadap hambatan ekspor di lapangan. Forum ini diharapkan dapat membuka dialog mengenai tantangan yang dihadapi perempuan dalam usaha mereka menuju ekspor, sesi praktis tentang pembiayaan perdagangan, dan wawasan tentang pasar Australia.
Pada kesempatan tersebut Wamendag Roro mengatakan, pelaku UMKM perempuan dapat memanfaatkan kantor-kantor konsultasi milik Kementerian Perdagangan di daerah untuk memperoleh informasi pasar hingga pengembangaan produk ekspor. Adapun kantor-kantor konsultasi tersebut meliputi Export Center di Surabaya dan Makassar, serta Free Trade Agreement (FTA) Center yang berlokasi di Bandung, Semarang, dan Jakarta.
Baca juga:Mendag Budi Rayakan Capaian 400.000 Kontainer Ekspor Makanan Olahan ke 15 Negara