Unusa Siap Jadi Pelopor Pertolongan Pertama Luka Psikologis
Tim langit 7
Senin, 02 Desember 2024 - 18:05 WIB
Unusa siap menjadi pelopor pertolongan pertama luka psikologis.Foto/ist
Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) mendukung program kesehatan nasional dengan berpartisipasi aktif dalam Kampanye Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP) di kampus. Bersama Kementerian Kesehatan RI, Unusa siap menjadi pelopor pertolongan pertama luka psikologis.
Direktur Kesehatan Jiwa Kemenkes RI, dr. Imran Pambudi, M.H.P.M. menyoroti peran strategis Unusa sebagai institusi pendidikan yang berbasis pondok pesantren.
Menurutnya, lingkungan pesantren menjadi salah satu area prioritas dalam upaya penguatan kesehatan jiwa di Indonesia.
“Sempat berbincang dengan perwakilan PW Nahdlatul Ulama, saya teringat Unusa yang memprioritaskan perhatian pada lingkungan Pondok Pesantren. Sumbangsih usia produktif muda di Indonesia sebagian besar berasal dari pondok pesantren. Oleh karena itu, penguatan kesehatan jiwa juga perlu dimulai dari sana, termasuk melalui deteksi dini skrining kesehatan jiwa,” ujarnya pada acara P3LP “Ayo Lakukan Deteksi Dini Skrining Kesehatan Jiwa Sekarang Juga”.
Baca juga:Ajarkan Makna Ikhlas, Pemain Film Cinta Dalam Ikhlas Sapa Mahasiswa Unusa
Imran berharap, apabila ditemukan luka-luka psikologis, diharapkan Unusa dapat menjadi First Aider untuk menolong individu-individu yang memang membutuhkan pertolongan kesehatan jiwa, utamanya di lingkungan pondok pesantren.
Dalam acara tersebut, Unusa menerima penghargaan berupa Pin First Aider. Penghargaan ini menegaskan peran Unusa sebagai mitra strategis dalam mendukung implementasi program kesehatan jiwa di lingkungan pesantren.
Direktur Kesehatan Jiwa Kemenkes RI, dr. Imran Pambudi, M.H.P.M. menyoroti peran strategis Unusa sebagai institusi pendidikan yang berbasis pondok pesantren.
Menurutnya, lingkungan pesantren menjadi salah satu area prioritas dalam upaya penguatan kesehatan jiwa di Indonesia.
“Sempat berbincang dengan perwakilan PW Nahdlatul Ulama, saya teringat Unusa yang memprioritaskan perhatian pada lingkungan Pondok Pesantren. Sumbangsih usia produktif muda di Indonesia sebagian besar berasal dari pondok pesantren. Oleh karena itu, penguatan kesehatan jiwa juga perlu dimulai dari sana, termasuk melalui deteksi dini skrining kesehatan jiwa,” ujarnya pada acara P3LP “Ayo Lakukan Deteksi Dini Skrining Kesehatan Jiwa Sekarang Juga”.
Baca juga:Ajarkan Makna Ikhlas, Pemain Film Cinta Dalam Ikhlas Sapa Mahasiswa Unusa
Imran berharap, apabila ditemukan luka-luka psikologis, diharapkan Unusa dapat menjadi First Aider untuk menolong individu-individu yang memang membutuhkan pertolongan kesehatan jiwa, utamanya di lingkungan pondok pesantren.
Dalam acara tersebut, Unusa menerima penghargaan berupa Pin First Aider. Penghargaan ini menegaskan peran Unusa sebagai mitra strategis dalam mendukung implementasi program kesehatan jiwa di lingkungan pesantren.