Aisyah RA dan 5 Keutamaannya Menurut Ibnu Katsir
Muhajirin
Jum'at, 17 September 2021 - 05:13 WIB
Sayyidah Aisyah RA Foto: Istimewa
Istri Rasulullah SAW, Ummul Mu'minin Aisyah RA adalah salah satu wanita terbaik yang berjasa besar dalam Islam.
Beliau meninggal pada masa pemerintahan Muawiyah bin Abu Sufyan setelah mewariskan keilmuannya kepada umat/
Aisyah, dalam kitab Al-Bidayah wa An-Nihayah karya Ibnu Katsir al-hafidz, disebutkan adalah istri Nabi yang paling dicintai dari keturunan sahabat yang juga paling dicintai, Abu Bakar Ash-Shiddiq.
Ibunya adalah Umm Ruman binti Amir bin Awaimir Al Kinaniah.
Dalam Shahih Al Bukhari, dari hadits Abu Usman Al Nahdi atas riwayat Amr ibn Al Aash mengatakan, “Aku bertanya, Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling kamu cintai?
Beliau menjawab, "Aisyah." Saya berkata, Siapa dari laki-laki? Beliau menjawab lagi, "Ayahnya."
Dalam Shahih Al Bukhari juga dari Abu Musa, dia berkata, “Rasulullah mengatakan, “Banyak pria yang sempurna, dan tidak ada wanita yang sempurna kecuali Maryam binti Imran, Khadijah binti Khuwaylid, Asiyah, istri firaun, dan keutamaan Aisyah atas wanita lain adalah seperti keutamaan bubur di atas makanan lainnya.”
Beliau meninggal pada masa pemerintahan Muawiyah bin Abu Sufyan setelah mewariskan keilmuannya kepada umat/
Aisyah, dalam kitab Al-Bidayah wa An-Nihayah karya Ibnu Katsir al-hafidz, disebutkan adalah istri Nabi yang paling dicintai dari keturunan sahabat yang juga paling dicintai, Abu Bakar Ash-Shiddiq.
Ibunya adalah Umm Ruman binti Amir bin Awaimir Al Kinaniah.
Dalam Shahih Al Bukhari, dari hadits Abu Usman Al Nahdi atas riwayat Amr ibn Al Aash mengatakan, “Aku bertanya, Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling kamu cintai?
Beliau menjawab, "Aisyah." Saya berkata, Siapa dari laki-laki? Beliau menjawab lagi, "Ayahnya."
Dalam Shahih Al Bukhari juga dari Abu Musa, dia berkata, “Rasulullah mengatakan, “Banyak pria yang sempurna, dan tidak ada wanita yang sempurna kecuali Maryam binti Imran, Khadijah binti Khuwaylid, Asiyah, istri firaun, dan keutamaan Aisyah atas wanita lain adalah seperti keutamaan bubur di atas makanan lainnya.”