home edukasi & pesantren

Kolom Pakar: Sosiologika Pengalaman Kebatinan Dalam Keberagamaan

Rabu, 11 Desember 2024 - 13:46 WIB
Kolom Pakar: Sosiologika Pengalaman Kebatinan Dalam Keberagamaan
Dr. Beni Ahmad Saebani,M.Si

Pengagum Kebudayaan Nusantara/Dosen UIN Sunan Gunung Djati Bandung)



LANGIT7.ID-Perilaku diri manusia telah dipelajari dengan mekanisme penataan normatif dan teknik untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan internal dan eksternal. Dalam prosesnya, menurut Abraham H. Maslow, Kebudayaan memiliki peran yang teraktualisasikan tidak hanya berupa penciptaan kreasi atau karya-karya berdasarkan bakat atau kemampuan khusus, melainkan juga adanya keinginan manusia akan perwujudan diri sesuai dengan kemampuannya. Kecenderungan yang diungkapkan melalui pelbagai kreasi yang menumbuhkan hakikat pertahanan hidup manusia, juga sebagai keinginan untuk semakin mengistimewakan kehidupan sejarah manusia.

Menurut Clifford Geertz, kebudayan menjadi net-working yang dibangun oleh manusia untuk mencari makna, jaring-jaring tersebut dirangkai oleh manusia karena dalam hidupnya manusia penuh ekspresi dan isyarat yang harus ditafsirkan maknanya secara inovatif. Dengan demikian, kreativitas manusia dalam membentuk kebudayaan dengan rasa, karya, karsa, dan ciptanya timbul dari akal budinya sebagai keseluruhan sistem, gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia yang dijadikan sebagai milik diri manusia dengan cara belajar secara berkesinambungan yang mengandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan lain dari seseorang sebagai anggota masyarakat yang meliputi teknologi sosial, ideologi, religi, kesenian, dan benda yang kesemuanya merupakan warisan sosial.

Baca juga: Kolom Pakar: Canda Membawa Duka dan Bahagia

Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya