Digitalisasi Produk Pangan Tekan Kesenjangan Sosial
Mahmuda attar hussein
Jum'at, 17 September 2021 - 20:15 WIB
Ilustrasi digitalisasi produk pangan. Foto: Langit7/Istock
Pemerintah mendorong digitalisasi untuk distribusi produk pangan melalui platform Warung Pangan. Hal itu dilakukan demi memperkuat peningkatan nilai tambah produk pangan dan mengikis kesenjangan sosial.
Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi mengapresiasi Kementerian BUMN yang meluncurkan produk beras premium merek Eania dan produk Nusakita, yang terdiri dari minyak goreng, gula pasir, teh, dan kopi di aplikasi Warung Pangan, Kamis kemarin (16/9) di kantor BGR Logistics Divre DKI Jakarta.
“Kami mendukung dan mengapresiasi terobosan yang dilakukan Kementerian BUMN dengan meluncurkan pemasaran produk Rania dan Nusakita di dalam aplikasi Warung Pangan," ujarnya.
Baca juga:Nilai Ekspor Positif, Menko Perekonomian: Indikasi Pemulihan Ekonomi Nasional
Menurutnya, melalui digitalisasi produk pangan tidak hanya menolong konsumen, tapi juga para petani dan pelaku usaha. Sebab, dengan inovasi di bidang pertanian ini, produk pangan jadi memiliki nilai tambah.
Dengan adanya ekonomi digital akan mengikis kesenjangan sosial. Lutfi menambahkan, aplikasi berbasis teknologi juga perlu berbasis inovasi agar dapat bersaing.
"Sehingga kita bisa memuliakan petani dan pedagang, serta mewujudkan Indonesia yang tumbuh dan tangguh,” jelasnya.
Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi mengapresiasi Kementerian BUMN yang meluncurkan produk beras premium merek Eania dan produk Nusakita, yang terdiri dari minyak goreng, gula pasir, teh, dan kopi di aplikasi Warung Pangan, Kamis kemarin (16/9) di kantor BGR Logistics Divre DKI Jakarta.
“Kami mendukung dan mengapresiasi terobosan yang dilakukan Kementerian BUMN dengan meluncurkan pemasaran produk Rania dan Nusakita di dalam aplikasi Warung Pangan," ujarnya.
Baca juga:Nilai Ekspor Positif, Menko Perekonomian: Indikasi Pemulihan Ekonomi Nasional
Menurutnya, melalui digitalisasi produk pangan tidak hanya menolong konsumen, tapi juga para petani dan pelaku usaha. Sebab, dengan inovasi di bidang pertanian ini, produk pangan jadi memiliki nilai tambah.
Dengan adanya ekonomi digital akan mengikis kesenjangan sosial. Lutfi menambahkan, aplikasi berbasis teknologi juga perlu berbasis inovasi agar dapat bersaing.
"Sehingga kita bisa memuliakan petani dan pedagang, serta mewujudkan Indonesia yang tumbuh dan tangguh,” jelasnya.