Preman Taubat, Gus Baha: Harusnya Kaya Umar bin Khattab
Ahmad zuhdi
Sabtu, 18 September 2021 - 21:27 WIB
Ilustrasi Umar bin Khattab. Foto: Istimewa
Hidayah atau petunjukmenuju kondisi yang lebih baik merupakanrahasia Allah SWT yang diberikan kepada mereka yang benar-benar taubat, tidak terkecuali preman. Pintu taubat Allah terbuka lebar bagi mereka yang kembali kepada kebenaran dalam bingkai ajaran Islam.
Pengasuh Pondok Pesantren Krapyak, Kiai Haji (KH) Bahauddin Nursalim atau akrab disapa Gus Baha dalam ceramahnya berkelakar, agak repot jika para preman bertaubat. "Saya menyesali preman bertaubat. Jika ada preman di perempatan bertaubat itu hijrahnya ke masjid, i'tikaf, dan sopan sama orang. Itu kurang pas sebenarnya," kata Gus Baha melalui akun Instagram gusbahaqoutes, dikutip Sabtu (18/9/2021).
Baca Juga:Tempat Dilarang Mengumandangkan Adzan, Jangan Jadi Mainan
Bagi Gus Baha, preman yang bertaubat seharusnya tidak perlu meninggalkan perempatan tempat biasa mengisi waktu untuk bermaksiat. Melainkan tetap berada di situuntuk melindungi orang banyak dari preman lain yang hendak mengganggu. "Jadi, itu taubat beneran, sehingga dulunya perempatan itu gawat, jadinya enggak gawat," tuturnya.
Menurutnya,perempatan-perempatan yang dahulu rawan tindakan kriminal kini menjadi tempat yang justru aman bagi siapapun yang melintas lantaran premannya sudah taubat. Sayangnya, kata dia,preman-preman yang taubat justru hijrah ke masjid dan meninggalkan perempatan sebagai tempat yang meresahkan masyarakat. Malahan, perempatan tersebut acap kali menelurkan generasi-generasi preman baru sehingga keburukan yang ada pada tempat tersebut tetap langgeng.
"Semestinya ya, bukannya taubat itu jelek, semestinya jalan taubat seperti itu," katanya.
Baca Juga:Keringanan Shalat saat Bencana, Jadi Solusi Korban Banjir
Pengasuh Pondok Pesantren Krapyak, Kiai Haji (KH) Bahauddin Nursalim atau akrab disapa Gus Baha dalam ceramahnya berkelakar, agak repot jika para preman bertaubat. "Saya menyesali preman bertaubat. Jika ada preman di perempatan bertaubat itu hijrahnya ke masjid, i'tikaf, dan sopan sama orang. Itu kurang pas sebenarnya," kata Gus Baha melalui akun Instagram gusbahaqoutes, dikutip Sabtu (18/9/2021).
Baca Juga:Tempat Dilarang Mengumandangkan Adzan, Jangan Jadi Mainan
Bagi Gus Baha, preman yang bertaubat seharusnya tidak perlu meninggalkan perempatan tempat biasa mengisi waktu untuk bermaksiat. Melainkan tetap berada di situuntuk melindungi orang banyak dari preman lain yang hendak mengganggu. "Jadi, itu taubat beneran, sehingga dulunya perempatan itu gawat, jadinya enggak gawat," tuturnya.
Menurutnya,perempatan-perempatan yang dahulu rawan tindakan kriminal kini menjadi tempat yang justru aman bagi siapapun yang melintas lantaran premannya sudah taubat. Sayangnya, kata dia,preman-preman yang taubat justru hijrah ke masjid dan meninggalkan perempatan sebagai tempat yang meresahkan masyarakat. Malahan, perempatan tersebut acap kali menelurkan generasi-generasi preman baru sehingga keburukan yang ada pada tempat tersebut tetap langgeng.
"Semestinya ya, bukannya taubat itu jelek, semestinya jalan taubat seperti itu," katanya.
Baca Juga:Keringanan Shalat saat Bencana, Jadi Solusi Korban Banjir