LANGIT7.ID, Jakarta - Hidayah atau petunjuk menuju kondisi yang lebih baik merupakan rahasia Allah SWT yang diberikan kepada mereka yang benar-benar taubat, tidak terkecuali preman. Pintu taubat Allah terbuka lebar bagi mereka yang kembali kepada kebenaran dalam bingkai ajaran Islam.
Pengasuh Pondok Pesantren Krapyak, Kiai Haji (KH) Bahauddin Nursalim atau akrab disapa Gus Baha dalam ceramahnya berkelakar, agak repot jika para preman bertaubat. "Saya menyesali preman bertaubat. Jika ada preman di perempatan bertaubat itu hijrahnya ke masjid, i'tikaf, dan sopan sama orang. Itu kurang pas sebenarnya," kata Gus Baha melalui akun Instagram gusbahaqoutes, dikutip Sabtu (18/9/2021).
Baca Juga: Tempat Dilarang Mengumandangkan Adzan, Jangan Jadi MainanBagi Gus Baha, preman yang bertaubat seharusnya tidak perlu meninggalkan perempatan tempat biasa mengisi waktu untuk bermaksiat. Melainkan tetap berada di situ untuk melindungi orang banyak dari preman lain yang hendak mengganggu. "Jadi, itu taubat beneran, sehingga dulunya perempatan itu gawat, jadinya enggak gawat," tuturnya.
Menurutnya, perempatan-perempatan yang dahulu rawan tindakan kriminal kini menjadi tempat yang justru aman bagi siapapun yang melintas lantaran premannya sudah taubat. Sayangnya, kata dia, preman-preman yang taubat justru hijrah ke masjid dan meninggalkan perempatan sebagai tempat yang meresahkan masyarakat. Malahan, perempatan tersebut acap kali menelurkan generasi-generasi preman baru sehingga keburukan yang ada pada tempat tersebut tetap langgeng.
"Semestinya ya, bukannya taubat itu jelek, semestinya jalan taubat seperti itu," katanya.
Baca Juga: Keringanan Shalat saat Bencana, Jadi Solusi Korban BanjirLebih jauh, Gus Baha mengisahkan ketika Umar bin Khattab saat masa jahiliyah yang kerap menakut-nakuti dan mengganggu orang Islam. Setiap Umar lewat, orang Islam pasti ketakutan. Termasuk Abu Bakar dan para sahabat lainnya. Dalam suatu kisah diceritakan, saat Rasulullah jalan-jalan melihat Umar gulat di sebuah pasar dan menang.
Akhirnya Umar masuk Islam setelah melalui guncangan spiritual di rumah adik iparnya. Surat Thaha ayat 1-8 membuat hati Umar terketuk hidayah yang sejatinya Rasulullah selalu berdoa agar salah satu di antara Umar dan Amr bin Hisyam atau Abu Jahal.
Setelah masuk Islam, kata dia, Umar langsung menantang Abu Jahal. Bukan hanya berdiam diri masjid tetapi langsung mengawal perjuangan dakwah Rasulullah di tengah-tengah masyarakat Arab yang sangat heterogen.
"Aku masuk Islam, kalau Anda masih ganggu Nabi, saya bunuh, akhirnya ganti kafir Quraisy yang ketakutan. Paham ya?," katanya kepada jamaah sambil menirukan redaksi kalimat Umar kepada Abu Jahal.
Baca Juga:
Waktu Shalat Dhuha, Manfaat Rutinkan Ibadah Sunnah saat Pagi Hari
Jadwal Shalat 5 Waktu Hari Ini Sabtu 18 September untuk Jabodetabek(asf)