Doa Tawakkal yang Diajarkan Nabi Muhammad SAW kepada Sayyidah Fatimah
Tim langit 7
Sabtu, 28 Desember 2024 - 04:50 WIB
Doa Tawakkal yang Diajarkan Nabi Muhammad SAW kepada Sayyidah Fatimah
LANGIT7.ID-Jakarta;Banyak yang bertanya bagaimana sebenarnya tawakkal yang diajarkan oleh syariat. Secara bahasa, tawakkal atau tawwakkul (توكُل) artinya menyerahkan. Secara umum tawakkal adalah berserah diri sepenuh hati dan menyandarkan segala urusan hanya kepada Allah Ta'ala.
Dalam Al-Qur'an, Allah Ta'ala berfirman: "Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah" (QS Ali Imran: 159).
Imam Hathim Al-Asham (wafat pada tahun 237 H), seorang ulama besar asal Khurasan dikenal mempunyai tawakkal yang tinggi. Beliau pernah ditanya: "Wahai Hathim, apa pemahamanmu tentang tawakkal?" Beliau menjawab:
1️. Saya yakin kalau rezeki saya sudah dijamin Allah, maka saya tak risau tentang rezeki.
2️. Saya yakin amal perbuatan yang patut saya buat, tak mungkin orang lain buat, maka saya sibuk dengan amal saya.
3️. Saya yakin kalau kematian itu datang secara mengejutkan, maka saya mendahului sebelum dia (ajal) tiba. (mempersiapkan diri setiap waktu).
4️. Saya yakin pandangan Allah Ta'ala senantiasa melihat saya, maka saya senantiasa mengawasi 'pandangan' Allah.
Dalam Al-Qur'an, Allah Ta'ala berfirman: "Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah" (QS Ali Imran: 159).
Imam Hathim Al-Asham (wafat pada tahun 237 H), seorang ulama besar asal Khurasan dikenal mempunyai tawakkal yang tinggi. Beliau pernah ditanya: "Wahai Hathim, apa pemahamanmu tentang tawakkal?" Beliau menjawab:
1️. Saya yakin kalau rezeki saya sudah dijamin Allah, maka saya tak risau tentang rezeki.
2️. Saya yakin amal perbuatan yang patut saya buat, tak mungkin orang lain buat, maka saya sibuk dengan amal saya.
3️. Saya yakin kalau kematian itu datang secara mengejutkan, maka saya mendahului sebelum dia (ajal) tiba. (mempersiapkan diri setiap waktu).
4️. Saya yakin pandangan Allah Ta'ala senantiasa melihat saya, maka saya senantiasa mengawasi 'pandangan' Allah.