Tingkatkan Kesejahteraan Petani, Kemenperin Dorong Penyerapan Tembakau untuk Kebutuhan Industri
Mahmuda attar hussein
Ahad, 19 September 2021 - 11:30 WIB
Kebun tembakau. Foto: Langit7/Istock
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus berupaya dalam meningkatkan kesejahteraan petani tembakau. Untuk itu, Kemenperin mendorong akselerasi penyerapan tembakau sebagai bahan baku untuk industri hasil tembakau (IHT).
Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin, Putu Juli Ardika mengatakan, dalam kunjungan kerjanya ke Temanggung beberapa waktu lalu, pihaknya mendapatkan IHT PT Gudang Garam dan PT Djarum menyerap tembakau dari petani setempat.
“Kami mengapresiasi kedua perusahaan ini karena telah membeli tembakau petani lokal dengan harga yang bagus. Kami juga meminta kepada sektor IHT ini lebih meningkatkan lagi harga pembelian dan penyerapan tembakau lokalnya seiring dengan tibanya waktu panen raya saat ini,” ujar Putu di Jakarta, Minggu (19/9).
Baca juga:Sempat Ditentang Warga, Kini Sukses Beternak Bebek Hibrida di Tengah Perkotaan
Perkebunan tembakau tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia. Tembakau sendiri merupakan tanaman yang dimanfaatkan sebagai bahan baku produk dari sektor IHT seperti rokok kretek, rokok putih, cerutu, klobot, tembakau iris, snuf, cerutek hingga bahan baku stick dan liquid rokok elektrik.
Selain itu, status pengusahaan lahan tembakau didominasi oleh perkebunan rakyat sebesar 99,96 persen, sedangkan sisanya merupakan perkebunan besar swasta dan perkebunan besar negara. Setidaknya, terdapat empat provinsi yang mempunyai populasi tanaman tembakau terluas, yaitu Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Nusa Tenggara Barat.
“Peran petani tembakau dalam membudidayakan dan mengolah tanaman tembakau hingga menjadi bahan baku industri akan menentukan kualitas produk rokok yang dihasilkan,” ujarnya.
Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin, Putu Juli Ardika mengatakan, dalam kunjungan kerjanya ke Temanggung beberapa waktu lalu, pihaknya mendapatkan IHT PT Gudang Garam dan PT Djarum menyerap tembakau dari petani setempat.
“Kami mengapresiasi kedua perusahaan ini karena telah membeli tembakau petani lokal dengan harga yang bagus. Kami juga meminta kepada sektor IHT ini lebih meningkatkan lagi harga pembelian dan penyerapan tembakau lokalnya seiring dengan tibanya waktu panen raya saat ini,” ujar Putu di Jakarta, Minggu (19/9).
Baca juga:Sempat Ditentang Warga, Kini Sukses Beternak Bebek Hibrida di Tengah Perkotaan
Perkebunan tembakau tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia. Tembakau sendiri merupakan tanaman yang dimanfaatkan sebagai bahan baku produk dari sektor IHT seperti rokok kretek, rokok putih, cerutu, klobot, tembakau iris, snuf, cerutek hingga bahan baku stick dan liquid rokok elektrik.
Selain itu, status pengusahaan lahan tembakau didominasi oleh perkebunan rakyat sebesar 99,96 persen, sedangkan sisanya merupakan perkebunan besar swasta dan perkebunan besar negara. Setidaknya, terdapat empat provinsi yang mempunyai populasi tanaman tembakau terluas, yaitu Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Nusa Tenggara Barat.
“Peran petani tembakau dalam membudidayakan dan mengolah tanaman tembakau hingga menjadi bahan baku industri akan menentukan kualitas produk rokok yang dihasilkan,” ujarnya.