Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 03 Juni 2026
home wirausaha syariah detail berita

Tingkatkan Kesejahteraan Petani, Kemenperin Dorong Penyerapan Tembakau untuk Kebutuhan Industri

mahmuda attar hussein Ahad, 19 September 2021 - 11:30 WIB
Tingkatkan Kesejahteraan Petani, Kemenperin Dorong Penyerapan Tembakau untuk Kebutuhan Industri
Kebun tembakau. Foto: Langit7/Istock
LANGIT7.ID, Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus berupaya dalam meningkatkan kesejahteraan petani tembakau. Untuk itu, Kemenperin mendorong akselerasi penyerapan tembakau sebagai bahan baku untuk industri hasil tembakau (IHT).

Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin, Putu Juli Ardika mengatakan, dalam kunjungan kerjanya ke Temanggung beberapa waktu lalu, pihaknya mendapatkan IHT PT Gudang Garam dan PT Djarum menyerap tembakau dari petani setempat.

“Kami mengapresiasi kedua perusahaan ini karena telah membeli tembakau petani lokal dengan harga yang bagus. Kami juga meminta kepada sektor IHT ini lebih meningkatkan lagi harga pembelian dan penyerapan tembakau lokalnya seiring dengan tibanya waktu panen raya saat ini,” ujar Putu di Jakarta, Minggu (19/9).

Baca juga: Sempat Ditentang Warga, Kini Sukses Beternak Bebek Hibrida di Tengah Perkotaan

Perkebunan tembakau tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia. Tembakau sendiri merupakan tanaman yang dimanfaatkan sebagai bahan baku produk dari sektor IHT seperti rokok kretek, rokok putih, cerutu, klobot, tembakau iris, snuf, cerutek hingga bahan baku stick dan liquid rokok elektrik.

Selain itu, status pengusahaan lahan tembakau didominasi oleh perkebunan rakyat sebesar 99,96 persen, sedangkan sisanya merupakan perkebunan besar swasta dan perkebunan besar negara. Setidaknya, terdapat empat provinsi yang mempunyai populasi tanaman tembakau terluas, yaitu Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Nusa Tenggara Barat.

“Peran petani tembakau dalam membudidayakan dan mengolah tanaman tembakau hingga menjadi bahan baku industri akan menentukan kualitas produk rokok yang dihasilkan,” ujarnya.

Guna mengantisipasi kendala penyerapan tembakau lokal saat panen raya, Putu bersama jajarannya melakukan assessment ke lapangan untuk mengidentifikasi permasalahan yang terjadi dan menemukan solusi yang tepat ke depannya.

Baca juga: Diskon PPnBM 100 Persen Berlanjut, Ada Refund Buat yang Sudah Bayar

Pihaknya mengaku bakal menjembatani pelaku industri dengan petani tembakau agar tetap bisa menjalankan usahanya di tengah pandemi Covid-19. Hal ini dilakukan antara lain untuk mempercepat penyerapan dan menaikkan harga tembakau, agar petani tidak mengalami kerugian dan menjamin bahan baku yang berkualitas bagi sektor IHT.

“Saya harap, sebelum musim penghujan tiba, tembakau di petani sudah terserap dengan harga yang bagus. Saya khawatir, kalau musim penghujan tiba dan tembakau belum semuanya terserap, kualitas tembakau akan menurun dan berdampak pada harga tembakau yang akan turun,” katanya.

Untuk itu, pihaknya mengaku akan terus berkoordinasi dengan stakeholders terkait, di antaranya dengan Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI), Ditjen Bea dan Cukai.

Termasuk pemerintah daerah serta para pelaku usaha IHT untuk mencari alternatif solusi jangka menengah dan panjang. Hal itu dilakukan demi mengatasi permasalahan penyerapan tembakau yang terjadi setiap tahun pada waktu panen raya tembakau.

“Ke depannya diharapkan solusi yang dihasilkan dapat mengantisipasi terjadinya gejolak dari para petani yang selama ini terus berulang setiap tahun,” imbuhnya.

Untuk itu, pihaknya mengusulkan penerapan sistem resi gudang dalam upaya mempercepat penyerapan tembakau lokal di sektor IHT. Langkah ini diyakini dapat memantau ketersediaan bahan baku di gudang perusahaan IHT, serta menjaga kestabilan harga tembakau.

Baca juga: Jualan Lewat Digital Perpanjang Umur UMKM

Selain itu, ia juga mengaku telah menginisiasi program substitusi impor dan mendorong ekspor produk IHT. Diharapkan hal ini akan berdampak baik pada perekonomian nasional.

"Langkah tersebut dapat mengakselerasi program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang menjadi prioritas pemerintah saat ini. Maka perlu kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pelaku industri,” jelasnya.

Operasional sektor industri termasuk IHT juga diyakini berperan strategis pada program PEN. Dukungan dari dunia usaha seperti IHT yang tetap menjalankan kegiatan industri, sangat membantu pemerintah dan masyarakat untuk menjalankan roda perekonomian nasional.

Oleh karena itu, lanjut Putu, ketersediaan bahan baku tembakau yang berkualitas menjadi hal yang perlu diperhatikan. Sebab, untuk menjaga keberlangsungan usaha sektor IHT dan meningkatkan kesejahteraan petani tembakau.

(zul)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 03 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)