Abu Dzar A-Ghifari: Simbol Perlawanan Rakyat atas Kekuasaan yang Korup
Miftah yusufpati
Kamis, 09 Januari 2025 - 04:36 WIB
Satu kalimat yang diucapkannya akan lebih tajam dan menghasilkan daripada pedang walaupun sebanyak isi bumi. Ilustrasi: AI
LANGIT7.ID-Abu Dzar Al-Ghifari adalah simbol perlawanan rakyat atas kekuasaan yang korup. Sepeninggal Nabi SAW, ia berada di garda paling depan melawan komplotan para koruptor. Ia sempat menghunus pedangnya untuk membunuh para pencoleng duit negara itu.
Alkisah, di era Khalifah Utsman bin Affan, kesabaran Abu Dzar Al-Ghifari benar-benar sudah habis. Ia marah bukan kepalang. Kala itu, Islam telah berkembang pesat. Para pejabat menjadi kaya raya. Korupsi, kolusi, dan nepotis pun merajalela.
Abu Dzar memandang kondisi sudah sangat berbahaya. Dia berpendapat bahwa telah terjadi pergeseran nilai-nilai Islam. Kepentingan pribadi telah menggeser kepentingan yang lebih besar, yaitu tegaknya ajaran Islam.
Apa yang dilakukan oleh para pejabat yang banyak dipegang sahabat Nabi berbanding terbalik dengan apa yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW, yang bahkan pada saat wafatnya pun baju besinya sedang dalam keadaan tergadai.
Baca juga: Abu Dzar Al-Ghifari: Kisah Komplotan Perampok Memeluk Islam
Wasiat Rasulullah SAW
Inilah yang membuat Abu Dzar marah besar. Khalid Muhammad Khalid dalam bukunya berjudul Karakteristik "Perihidup 60 Sahabat Rasulullah" memaparkan, Abu Dzar menghunus pedangnya. Diangkatlah pedangnya yang tidak pernah tumpul itu, dan menebaskannya ke udara yang kosong.
Alkisah, di era Khalifah Utsman bin Affan, kesabaran Abu Dzar Al-Ghifari benar-benar sudah habis. Ia marah bukan kepalang. Kala itu, Islam telah berkembang pesat. Para pejabat menjadi kaya raya. Korupsi, kolusi, dan nepotis pun merajalela.
Abu Dzar memandang kondisi sudah sangat berbahaya. Dia berpendapat bahwa telah terjadi pergeseran nilai-nilai Islam. Kepentingan pribadi telah menggeser kepentingan yang lebih besar, yaitu tegaknya ajaran Islam.
Apa yang dilakukan oleh para pejabat yang banyak dipegang sahabat Nabi berbanding terbalik dengan apa yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW, yang bahkan pada saat wafatnya pun baju besinya sedang dalam keadaan tergadai.
Baca juga: Abu Dzar Al-Ghifari: Kisah Komplotan Perampok Memeluk Islam
Wasiat Rasulullah SAW
Inilah yang membuat Abu Dzar marah besar. Khalid Muhammad Khalid dalam bukunya berjudul Karakteristik "Perihidup 60 Sahabat Rasulullah" memaparkan, Abu Dzar menghunus pedangnya. Diangkatlah pedangnya yang tidak pernah tumpul itu, dan menebaskannya ke udara yang kosong.