Khubaib bin Adi: Muslim yang Memulai Sunnah Salat 2 Rakaat sebelum Dieksekusi Mati
Miftah yusufpati
Senin, 27 Januari 2025 - 05:15 WIB
Khubaib bin Adi adalah sahabat nabi, orang pertama yang menjalankan salat 2 rakaat saat akan dieksekusi mati. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID--Khubaib bin Adi adalah sahabat Rasulullah SAW. Beliaulah yang memulai sunnah bagi seorang muslim yang akan dihukum mati orang kafir, untuk salat2 rakaat.
Buku "Uyun Al-Hikayat Min Qashash Ash-Shalihin wa Nawodir Az-Zahidin" karya Imam Ibnul Jauzi mengisahkan tentang syahidnya Khubaib bin Adi dengan mengutip Amr bin Abi Sufyan bin Usaid bin Jariyah Ats-Tsaqafi yang menyampaikan kisah dari Abu Hurairah ra.
Abu Hurairah mengatakan Rasulullah SAW mengutus 10 orang sebagai satu pasukan, dan menunjuk Ashim bin Tsabit Al-Anshari sebagai pemimpin mereka.
Ketika mereka berada di wilayah Haddah, antara Usfan dan Makkah, keberadaan mereka diketahui sekelompok orang dari suku Hudzail, yang dikenal sebagai Banu Lahyan.
Orang-orang dari Banu Lahyan dengan kekuatan sekitar 100 orang pemanah, melakukan penyisiran dan pengejaran terhadap pasukan muslim tersebut.
Mereka mendapati tanda-tanda sisa kurma yang dimakan pasukan muslim di satu tempat yang pernah mereka singgahi. Melihat sisa kurma tersebut, pasukan dari Banu Lahyan segera mengenalinya sebagai kurma dari Yatsrib (Madinah), sehingga mereka pun menguntit jejak-jejaknya.
Baca juga: Kisah Sahabat Nabi Khubaib bin Adi: Syahid di Kayu Salib
Buku "Uyun Al-Hikayat Min Qashash Ash-Shalihin wa Nawodir Az-Zahidin" karya Imam Ibnul Jauzi mengisahkan tentang syahidnya Khubaib bin Adi dengan mengutip Amr bin Abi Sufyan bin Usaid bin Jariyah Ats-Tsaqafi yang menyampaikan kisah dari Abu Hurairah ra.
Abu Hurairah mengatakan Rasulullah SAW mengutus 10 orang sebagai satu pasukan, dan menunjuk Ashim bin Tsabit Al-Anshari sebagai pemimpin mereka.
Ketika mereka berada di wilayah Haddah, antara Usfan dan Makkah, keberadaan mereka diketahui sekelompok orang dari suku Hudzail, yang dikenal sebagai Banu Lahyan.
Orang-orang dari Banu Lahyan dengan kekuatan sekitar 100 orang pemanah, melakukan penyisiran dan pengejaran terhadap pasukan muslim tersebut.
Mereka mendapati tanda-tanda sisa kurma yang dimakan pasukan muslim di satu tempat yang pernah mereka singgahi. Melihat sisa kurma tersebut, pasukan dari Banu Lahyan segera mengenalinya sebagai kurma dari Yatsrib (Madinah), sehingga mereka pun menguntit jejak-jejaknya.
Baca juga: Kisah Sahabat Nabi Khubaib bin Adi: Syahid di Kayu Salib