Kolom Ekonomi Syariah: Inclusivity Trap – Jebakan Inklusiftas
Tim langit 7
Senin, 27 Januari 2025 - 04:30 WIB
Kolom Ekonomi Syariah: Inclusivity Trap Jebakan Inklusiftas
Prof.Dr.Bambang Setiaji
LANGIT7.ID-Peran ekonomi syariah baik dalam bidang keuangan dan non keuangan diharapkan meningkatkan inklusifitas. Inklusifitas tidak lain adalah arah positif dari kesenjangan. Berbicara kesenjangan umumnya mensuarakan ketidak nyamanan bahkan kemarahan.
Sedang bicara inklusifitas arah lain dari kesenjangan yang dibicarakan dengan dingin (cool). Ada banyak indeks yang mengukur inklusifitas baik dalam bidang keuangan, mengukur sejauh mana lapisan lapisan bawah bisa mengakses modal, menabung, berasuransi.
Tema lain inklusifitas misalnya masalah coverage pensiun, yaitu berapa persen rakyat di masa tua memiliki jaminan pendapatan untuk mendukung survival. Indeks gender dalam pekerjaan dan jabatan, serta pengupahan. Indeks kesenjangan wilayah, index pembangunan manusia juga menyangkut inklusifitas. Indeks indeks ini sejalan dengan ajaran agama dan misi ekonomi syariah mengenai perlindungan si lemah atau dhuafa.
Baca juga: Kolom Ekonomi Syariah: OKI dan Ekonomi Syariah
Namun sayang niat mulia seperti di atas sering digunakan dengan tujuan pure bisnis yang tidak paralel. Misalnya inklusifitas keuangan di era internet sekarang, dipecahkan dengan financial technology fintech, mengatasi daerah yang jauh yang tidak ada kantor cabang perbankan, dan juga internet bisa menghemat biaya bisa menurunkan harga, dan setiap penurunan harga tidak lain adalah inklusifitas, karena lapisan bewahnya akan bisa menjangkau pada harga yang lebih rendah.
LANGIT7.ID-Peran ekonomi syariah baik dalam bidang keuangan dan non keuangan diharapkan meningkatkan inklusifitas. Inklusifitas tidak lain adalah arah positif dari kesenjangan. Berbicara kesenjangan umumnya mensuarakan ketidak nyamanan bahkan kemarahan.
Sedang bicara inklusifitas arah lain dari kesenjangan yang dibicarakan dengan dingin (cool). Ada banyak indeks yang mengukur inklusifitas baik dalam bidang keuangan, mengukur sejauh mana lapisan lapisan bawah bisa mengakses modal, menabung, berasuransi.
Tema lain inklusifitas misalnya masalah coverage pensiun, yaitu berapa persen rakyat di masa tua memiliki jaminan pendapatan untuk mendukung survival. Indeks gender dalam pekerjaan dan jabatan, serta pengupahan. Indeks kesenjangan wilayah, index pembangunan manusia juga menyangkut inklusifitas. Indeks indeks ini sejalan dengan ajaran agama dan misi ekonomi syariah mengenai perlindungan si lemah atau dhuafa.
Baca juga: Kolom Ekonomi Syariah: OKI dan Ekonomi Syariah
Namun sayang niat mulia seperti di atas sering digunakan dengan tujuan pure bisnis yang tidak paralel. Misalnya inklusifitas keuangan di era internet sekarang, dipecahkan dengan financial technology fintech, mengatasi daerah yang jauh yang tidak ada kantor cabang perbankan, dan juga internet bisa menghemat biaya bisa menurunkan harga, dan setiap penurunan harga tidak lain adalah inklusifitas, karena lapisan bewahnya akan bisa menjangkau pada harga yang lebih rendah.