home lifestyle muslim

Hakikat Kebahagiaan Menurut Al-Qur’an dan Cara Mendapatkannya

Rabu, 22 September 2021 - 08:12 WIB
Ilustrasi seorang muslim membaca Al-Quran (foto: langit7.id/istock)
Al-Qur’an menjelaskan kata bahagia dengan berbagai macam istilah dan definisi, di antaranya sa’adah yakni kebahagiaan yang kekal dan falah berarti mencapai kebahagiaan dengan menemukan apa yang dicari.

Terkadang manusia mencari kebahagiaan sampai menghalalkan berbagai cara dan melupakan ibadah kepada Allah Ta’ala. Akhirnya, orang seperti itu tidak mendapatkan kebahagiaan, melainkan kesengsaraan lantaran keliru dalam mendudukkan dan mencari kebahagiaan.

Maka dari itu, manusia harus memahami bahagia menurut Al-Qur’an dan cara mendapatkannya, agar kebahagiaan tersebut dapat diraih dalam kehidupan.

Dalam Al-Qur’an, banyak sekali pembahasan kebahagiaan dalam hidup manusia. Dalam pandangan Dekan Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Prof Dr. Hamka, Anisa Kumala, Al-Qur’an mengklasifikasikan kebahagiaan menjadi enam macam.

Pertama, orang yang khusyuk dalam shalat. kedua, orang yang menjauhkan diri dari perbuatan dan perkataan yang tidak berguna. Ketiga, orang yang menunaikan zakat. Keempat, orang yang menjaga kemaluan kecuali terhadap istri dan budak yang ia miliki. Kelima, orang yang memelihara amanah dan janji yang dipikul. Keenam, orang yang memelihara shalat sebagaimana dijelaskan dalam surah Al-Mu’minun ayat 1-9.

“Islam mengajarkan keseimbangan. seorang muslim akan bahagia ketika di akhirat kelak, tapi juga harus ingat ketika di dunia ada nasib yang harus diperjuangkan juga. Kalau kita mengejar akhirat, jangan lupa juga dunia,” kata Anisa, dikutip laman Muhammadiyah, Rabu (22/9/2021).

Namun patut dicatat, sepatutnya manusia mengejar kebahagiaan hakiki di akhirat kelak, bukan kebahagiaan duniawi yang bersifat sementara.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
pencari kebahagiaan tafsir alquran kesehatan jiwa
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya