Jangan Tertipu Kenikmatan Dunia, Hakikat Kehidupan Sejati Ada di Akhirat
Miftah yusufpati
Sabtu, 08 Februari 2025 - 17:56 WIB
Segala kenikmatan dunia adalah sementara, dan yang kekal hanyalah di akhirat. Ilustrasi: learn Islam
LANGIT7.ID-Kenikmatan dunia sering kali membuat banyak orang terbuai dan terlena, hingga mereka melupakan hakikat kehidupan yang sejati, yaitu kehidupan di akhirat.
Dalam Al-Qur’an, Allah menggambarkan kehidupan dunia sebagai sesuatu yang fana, yang cepat berlalu dan tidak bisa diandalkan. Salah satu ayat yang menggambarkan hal ini adalah:
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَن زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ
“Setiap jiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat kelak, kamu akan diberi balasan sepenuhnya. Barang siapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh dia telah beruntung. Dan tidaklah kehidupan dunia ini, selain dari kesenangan yang menipu.” (QS. Al-Imran: 185)
Ayat ini mengingatkan kita bahwa kehidupan dunia hanyalah kenikmatan sementara yang bersifat menipu, dan sesungguhnya kehidupan yang abadi adalah di akhirat.
Di sisi lain, dalam Al-Qur’an Allah juga menyebutkan sifat manusia yang cenderung memiliki rasa cinta terhadap kenikmatan dunia.
"Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)." (QS Ali Imran: 14).
Dalam Al-Qur’an, Allah menggambarkan kehidupan dunia sebagai sesuatu yang fana, yang cepat berlalu dan tidak bisa diandalkan. Salah satu ayat yang menggambarkan hal ini adalah:
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَن زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ
“Setiap jiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat kelak, kamu akan diberi balasan sepenuhnya. Barang siapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh dia telah beruntung. Dan tidaklah kehidupan dunia ini, selain dari kesenangan yang menipu.” (QS. Al-Imran: 185)
Ayat ini mengingatkan kita bahwa kehidupan dunia hanyalah kenikmatan sementara yang bersifat menipu, dan sesungguhnya kehidupan yang abadi adalah di akhirat.
Di sisi lain, dalam Al-Qur’an Allah juga menyebutkan sifat manusia yang cenderung memiliki rasa cinta terhadap kenikmatan dunia.
"Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)." (QS Ali Imran: 14).