Kisah Nabi Nuh Melihat Seekor Anjing yang Memiliki 4 Mata
Miftah yusufpati
Senin, 10 Februari 2025 - 05:45 WIB
Ketika Nuh merasa putus asa bahwa mereka tidak menerima ajakannya, ia berdoa agar mereka dihancurkan. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID-Dia adalah Nuh bin Lamik bin Matusyilakh bin Idris as. Al-Kisa’i (119 H/737- 189 H/809) mengatakan, namanya adalah ‘Abdul Ghaffar atau Yasykur. Dia diberi nama Nuh sebab menurut sebuah riwayat dia melihat seekor anjing yang memiliki empat mata.
Nuh berkata, “anjing ini jelek.” Mendengar perkataan tersebut, anjing itu berkata kepadanya, “Hai ‘Abdul Ghaffar, apakah engkau menghina ciptaan ataukah engkau menghina Pencipta? Seandainya hinaan itu ditujukan kepada ciptaan, seandainya urusannya ada padaku, tentu aku tidak akan memilih menjadi anjing; dan seandainya hinaan itu ditujukan kepada Pencipta, maka sebetulnya Dia tidak berhak mendapat hinaan. Sebab Dia mengerjakan sekehendak-Nya.”
Setelah mendengar jawaban anjing tersebut, dia meratap dan menangis atas kesalahan dan dosanya. Karena seringnya meratap (nahaa), maka dia diberi nama Nuh.
Demikian diriwayatkan oleh Ahli Fiqih dan Ahli Tafsir, As-Sa'di atau As-Si'di (1889–1956 M).
Baca juga: Perjalanan DR Mukhaer Pakkanna Menyusuri Baghdad Sampai di Situs Nabi Nuh dengan Kolam Air Yang Sakral
Seorang pemuka Tabi'in dan ahli dalam bidang sejarah, Wahab bin Munabbih mengatakan, ketika Nuh telah mencapai umur 480 tahun, Malaikat Jibril datang kepadanya.
Nuh bertanya kepadanya, “Siapakah engkau, hai laki-laki yang menarik?”
Nuh berkata, “anjing ini jelek.” Mendengar perkataan tersebut, anjing itu berkata kepadanya, “Hai ‘Abdul Ghaffar, apakah engkau menghina ciptaan ataukah engkau menghina Pencipta? Seandainya hinaan itu ditujukan kepada ciptaan, seandainya urusannya ada padaku, tentu aku tidak akan memilih menjadi anjing; dan seandainya hinaan itu ditujukan kepada Pencipta, maka sebetulnya Dia tidak berhak mendapat hinaan. Sebab Dia mengerjakan sekehendak-Nya.”
Setelah mendengar jawaban anjing tersebut, dia meratap dan menangis atas kesalahan dan dosanya. Karena seringnya meratap (nahaa), maka dia diberi nama Nuh.
Demikian diriwayatkan oleh Ahli Fiqih dan Ahli Tafsir, As-Sa'di atau As-Si'di (1889–1956 M).
Baca juga: Perjalanan DR Mukhaer Pakkanna Menyusuri Baghdad Sampai di Situs Nabi Nuh dengan Kolam Air Yang Sakral
Seorang pemuka Tabi'in dan ahli dalam bidang sejarah, Wahab bin Munabbih mengatakan, ketika Nuh telah mencapai umur 480 tahun, Malaikat Jibril datang kepadanya.
Nuh bertanya kepadanya, “Siapakah engkau, hai laki-laki yang menarik?”