Mengapa Muhammadiyah Menetapkan Idulfitri 1446 H Tak Mengacu KHGT?
Miftah yusufpati
Kamis, 13 Februari 2025 - 16:51 WIB
Kalender Hijriah Global Tunggal dan Kalender Muhammadiyah. Foto: MHY
LANGIT7.ID--Pada Ahad 7 Juli 2024 M bertepatan dengan 1 Muharram 1446 H, Muhammadiyah meluncurkan Kalender Hijriah Global Tunggal atau KHGT. Ini menandai periode penggunaan formal KHGT bagi organisasi massa Islam ini. Lalu mengapa saat menetapkan Ramadan dan Idulfitri1446 H Muhammadiyah masih mengacu pada hasil hisab hakiki wujudul hilal?
Muhammadiyah telah menetapkan Idulfitri 1446 Hijriyah jatuh pada hari Senin, 31 Maret 2025 berdasarkan hasil hisab hakiki wujudul hilal.
Penetapan ini berbeda dengan kalender terbitan Suara Muhammadiyah awal tahun lalu. Pada kalender tersebut, Idulfitri 1446 Hijriyah bertepatan dengan hari Ahad, 30 Maret 2025 mengacu KHGT.
Perbedaan ini terjadi karena wujudul hilal menggunakan konsep matla’ (tempat terbitnya hilal) wilayātul hukmi (kesatuan wilayah hukum). Berdasarkan konsep ini, data posisi hilal dan matahari pada saat matahari terbenam tanggal 29 Ramadan 1446 H bertepatan hari Sabtu 29 Maret 2025, menunjukkan posisi hilal di seluruh wilayah Indonesia di bawah ufuk alias minus.
Baca juga: Metode Hisab Menurut Muhammadiyah, NU, dan Pemerintah
Sebaliknya KHGT memakai konsep matla ittihad al-matāli’ (global). Pada hari Sabtu 29 Maret 2025 di Los Angeles sudah memenuhi kriteria KHGT sehingga awal Syawal 1446 H jatuh pada hari Minggu, 30 Maret 2025.
Muhammadiyah memandang baik KHGT atau wujudul hilal sama-sama bentuk ijtihad yang sah. Keduanya juga sama-sama menggunakan metode hisab hakiki.
Muhammadiyah telah menetapkan Idulfitri 1446 Hijriyah jatuh pada hari Senin, 31 Maret 2025 berdasarkan hasil hisab hakiki wujudul hilal.
Penetapan ini berbeda dengan kalender terbitan Suara Muhammadiyah awal tahun lalu. Pada kalender tersebut, Idulfitri 1446 Hijriyah bertepatan dengan hari Ahad, 30 Maret 2025 mengacu KHGT.
Perbedaan ini terjadi karena wujudul hilal menggunakan konsep matla’ (tempat terbitnya hilal) wilayātul hukmi (kesatuan wilayah hukum). Berdasarkan konsep ini, data posisi hilal dan matahari pada saat matahari terbenam tanggal 29 Ramadan 1446 H bertepatan hari Sabtu 29 Maret 2025, menunjukkan posisi hilal di seluruh wilayah Indonesia di bawah ufuk alias minus.
Baca juga: Metode Hisab Menurut Muhammadiyah, NU, dan Pemerintah
Sebaliknya KHGT memakai konsep matla ittihad al-matāli’ (global). Pada hari Sabtu 29 Maret 2025 di Los Angeles sudah memenuhi kriteria KHGT sehingga awal Syawal 1446 H jatuh pada hari Minggu, 30 Maret 2025.
Muhammadiyah memandang baik KHGT atau wujudul hilal sama-sama bentuk ijtihad yang sah. Keduanya juga sama-sama menggunakan metode hisab hakiki.