Muhammadiyah mengadopsi Kalender Hijriah Global Tunggal untuk menyatukan waktu ibadah dunia. Menggunakan hisab dan kesatuan matlak, upaya ini bertujuan menyelaraskan kalender Islam dengan realitas global.
Muhammadiyah resmi mencatatkan babak baru dalam sejarah penanggalan Islam. Dengan penuh khidmat dan gegap gempita, organisasi Islam tertua di Indonesia ini memperkenalkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT)
KHGT bukan sekadar proyek Muhammadiyah. Ia ditujukan untuk umat Islam global. Dengan KHGT, umat bisa punya sistem waktu yang konsisten dan terukurbukan berdasarkan rukyat subjektif atau keputusan politik.
Keengganan menerima konsep KHGT lebih didominasi oleh kuatnya paham rukyat literal dan matlak lokal. Hal ini, pernah disampaikan oleh Nidhal Guessoum dalam SARAS (Southeast Asia-Regional Astronomy Seminar).
Muhammadiyah bersama 16 negara anggota OKI meluncurkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) mulai Ahad 7 Juli 2024 M bertepatan dengan 1 Muharram 1446 H.
NU tidak menerapkan KHGT karena kesatuan hukum dan rukyatul hilal membatasi hal tersebut. Karenanya, NU konsisten menggunakan rukyatul hilal sebagai penentuan kalender Hijriah.
Muhammadiyah telah menetapkan Idulfitri 1446 Hijriyah jatuh pada hari Senin, 31 Maret 2025 berdasarkan hasil hisab hakiki wujudul hilal. Bukan mengacu pada KHGT.
Keputusan Muhammadiyah tentang Idulfitri tidak mengacu kalender Hijriah Global Tunggal atau KHGT. Idulfitri menurut KHGT adalah pada 30 Maret 2025 yang berarti umur puasa hanya 29 hari.