home masjid

Wasiat Nabi Adam kepada Syits Jelang Wafat dalam Usia 1000 Tahun

Ahad, 16 Februari 2025 - 05:15 WIB
Nabi Adam mempersiapkan pelajaran berharga bagi generasi berikutnya tentang bagaimana semestinya memperlakukan orang meninggal. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID-Syits (شيث) dari segi bahasa artinya pemberian. Dinamakan demikian, karena Syits dilahirkan setelah terbunuhnya Habil.

Ibnu Katsir dalam bukunya berjudul "Qashashul Anbiya" yang diterjemahkan Abdullah Haidir menjadi "Kisah Para Nabi" (Daar Ihya At-Turats Al-Araby, 1997 M) menjelaskan Syits juga digolongkan sebagai para nabi, berdasarkan sabda Rasulullah SAW.

"Keturunan Nabi sekarang ini seluruhnya kembali kepada Syits, sebab keturunan anak Adam dari anak-anak yang lainnya telah punah," tulis Ibnu Katsir.

Menjelang wafat, Nabi Adam as mengajarkan Syits waktu-waktu malam dan siang, kemudian dia mengajarkannya ibadah pada waktu-waktu itu.

Nabi Adam pun mengajarkan datangnya badai pada waktu-waktu tertentu. Nabi Adam as wafat pada hari Jumat. Para malaikat datang membawa wewangian dan kain yang berasal dari surga.

Mereka bertakziah kepada anak keturunannya dan kepada pemegang wasiatnya, yaitu Syits.

Baca juga: Kisah Nabi Adam Menghibahkan 40 Tahun Umurnya kepada Nabi Daud
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya