Tobat Nabi-nabi dalam Al-Qur'an: Adam Tidak Selamat dalam Ujian Iradah
Miftah yusufpati
Selasa, 18 Februari 2025 - 17:05 WIB
Dalam al-Quran banyak dikisahkan tobat para nabi. Ilustrasi: AI
LANGIT7.ID--Al Quran telah menyebutkan kepada kita tobat nabi-nabi dan orang-orang yang saleh atas perbuatan salah mereka. Mereka segera menyesal, bertobat dan beristigfar dari kesalahan itu. Dengan berharap agar Allah SWT mengampuni dan menerima tobat mereka.
Tobat Nabi Adam
Pemimpin orang-orang yang tobat adalah nenek moyang manusia, Adam as yang telah Allah SWT jadikan dia dengan tangan-Nya dan meniupkan ke dalam dirinya secercah dari roh-Nya, memerintahkan malaikat untuk sujud kepadanya, mengajarkan kepadanya seluruh nama-nama, serta menampilkan keutamaannya atas malaikat dengan ilmu pengetahuannya.
"Namun Adam yang selamat dalam ujian ilmu pengetahuan, tidak selamat dalam "term pertama" ujian iradah (mengekang hawa nafsu)," tulis Syaikh Yusuf al Qardhawi dalam bukunya "at Taubat Ila Allah" (Maktabah Wahbah, 1998).
Allah SWT mengujinya dengan beban pertama yang ditanggungkan kepadanya. Yaitu melarang untuk memakan suatu pohon. Hanya satu pohon yang dilarang untuk dimakannya, sementara memberikan kebebasan baginya untuk memakan seluruh pohon surga sesuka hatinya, bersama istrinya.
Baca juga: Sisi Praktis dalam Tobat: Istigfar Tak Sekadar Mohon Ampun
Di sini tampak ia tidak dapat menahan keinginan pribadinya, serta melupakan larangan Rabbnya dengan dipengaruhi bujuk rayu setan dan tipu dayanya, sehingga dia pun memakannya dan dia pun terjatuh dalam kemaksiatan. Namun secepatnya dia mencuci dan membersihkan dirinya dari bekas-bekas dosa itu, dengan tobat dan istigfar.
Tobat Nabi Adam
Pemimpin orang-orang yang tobat adalah nenek moyang manusia, Adam as yang telah Allah SWT jadikan dia dengan tangan-Nya dan meniupkan ke dalam dirinya secercah dari roh-Nya, memerintahkan malaikat untuk sujud kepadanya, mengajarkan kepadanya seluruh nama-nama, serta menampilkan keutamaannya atas malaikat dengan ilmu pengetahuannya.
"Namun Adam yang selamat dalam ujian ilmu pengetahuan, tidak selamat dalam "term pertama" ujian iradah (mengekang hawa nafsu)," tulis Syaikh Yusuf al Qardhawi dalam bukunya "at Taubat Ila Allah" (Maktabah Wahbah, 1998).
Allah SWT mengujinya dengan beban pertama yang ditanggungkan kepadanya. Yaitu melarang untuk memakan suatu pohon. Hanya satu pohon yang dilarang untuk dimakannya, sementara memberikan kebebasan baginya untuk memakan seluruh pohon surga sesuka hatinya, bersama istrinya.
Baca juga: Sisi Praktis dalam Tobat: Istigfar Tak Sekadar Mohon Ampun
Di sini tampak ia tidak dapat menahan keinginan pribadinya, serta melupakan larangan Rabbnya dengan dipengaruhi bujuk rayu setan dan tipu dayanya, sehingga dia pun memakannya dan dia pun terjatuh dalam kemaksiatan. Namun secepatnya dia mencuci dan membersihkan dirinya dari bekas-bekas dosa itu, dengan tobat dan istigfar.