home edukasi & pesantren

Dalil Mengapa NU Menolak Penerapan Kalender Hijriah Global Tunggal

Kamis, 20 Februari 2025 - 17:03 WIB
KHGT dapat tercapai jika ditopang dengan kekuatan otoritas memadai. Foto: NU Online
LANGIT7.ID--Diskusi mengenai penerapan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHG) kembali mengapung menyusul kian dekatnya bulan Ramadan dan Idulfitri. Muhammadiyah yang sedianya menerapkan KHGT sejak awal 1446 H nyatanya juga kembali berdasarkan hasil hisab hakiki wujudul hilal dalam menetapkan Ramadan dan Idulfitri tahun ini.

Lalu, apa sejatinya alasan Nahdlatul Ulama atau NU menolak menerapkan KHGT?

Wakil Ketua Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU), KH Abdussalam Nawawi, mengatakan NU tidak menerapkan KHGT karena kesatuan hukum dan rukyatul hilal membatasi hal tersebut. "Karenanya, NU konsisten menggunakan rukyatul hilal sebagai penentuan kalender Hijriah," ujarnya dalam Webinar Falakiyah LF PBNU yang digelar secara daring dan luring di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, Rabu (19/2/2025).

"Dengan demikian, dari awal berdiri sampai sekarang, NU tidak pernah tertarik pada ittihadul mathali' (penyatuan kesatuan wilayah hukum)," katanya dalam agenda yang mengusung topik "Mengapa Nahdlatul Ulama tidak Menerapkan Kalender Hijriah Global?"

Baca juga: Mengapa Muhammadiyah Menetapkan Idulfitri 1446 H Tak Mengacu KHGT?

Kiai Salam menjelaskan, NU telah secara tegas menyatakan bahwa rukyatul hilal sebagai metode penetapan awal bulan Hijriah yang absah. "Yang pertama, dulu tahun 1954, itu NU langsung punya pendapat bahwa penetapan awal bulan, pengumuman awal Ramadan dan Syawal berdasarkan Hisab, mendahului penetapan atau siaran Departemen Agama, hukumnya tidak boleh," ungkapnya.

"Jika berdasarkan rukyatul hilal atau istikmal (penggenapan), maka itu sah," imbuh Dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Ampel Surabaya itu.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya