Dalil Mengapa Muhammadiyah Pilih Terapkan Kalender Hijriah Global Tunggal
Miftah yusufpati
Kamis, 20 Februari 2025 - 17:13 WIB
Dalam menetapkan Ramadan dan Idulfitri tahun ini Muhammadiyah masih berdasarkan hasil hisab hakiki wujudul hilal. Foto/Ilustrasi: MHY
LANGIT7.ID-- Muhammadiyah meluncurkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) mulai Ahad 7 Juli 2024 M bertepatan dengan 1 Muharram 1446 H. Hanya saja, penetapan Ramadan dan Idulfitri tahun ini masih berdasarkan hasil hisab hakiki wujudul hilal.
"Muhammadiyah bersama 16 negara anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI) akan menggunakan KHGT mulai 1446 Hijriah," ujar Wakil Sekretaris Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr Endang Mintarja, suatu ketika.
Anggota Dewan Pakar Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jakarta, Dr Izza Rahman, mengatakan dasar Muhammadiyah memilih kalender global adalah Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 189.
يَسـَٔلُوْنَكَ عَنِ الْاَهِلَّةِۗ قُلْ هِيَ مَوَاقِيْتُ لِلنَّاسِ وَالْحَجِّۗ
yas'alûnaka ‘anil-ahillah, qul hiya mawâqîtu lin-nâsi wal-ḫajj,
Artinya: Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang bulan sabit. Katakanlah, “Itu adalah (penunjuk) waktu bagi manusia dan (ibadah) haji.” (QS Al-Baqarah : 189)
Menurutnya, ayat tersebut mengandung beberapa hal. Pertama, bahwa kalender Islam itu adalah kalender lunar (bulan). Kedua, ada isyarat bahwa kalender Islam itu bersifat global. Ini dapat dipahami dari pernyataan lin-nas (bagi manusia) yang menunjukkan keumuman dan keberlakuan kalender secara universal bagi seluruh manusia di muka bumi.
"Muhammadiyah bersama 16 negara anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI) akan menggunakan KHGT mulai 1446 Hijriah," ujar Wakil Sekretaris Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr Endang Mintarja, suatu ketika.
Anggota Dewan Pakar Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jakarta, Dr Izza Rahman, mengatakan dasar Muhammadiyah memilih kalender global adalah Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 189.
يَسـَٔلُوْنَكَ عَنِ الْاَهِلَّةِۗ قُلْ هِيَ مَوَاقِيْتُ لِلنَّاسِ وَالْحَجِّۗ
yas'alûnaka ‘anil-ahillah, qul hiya mawâqîtu lin-nâsi wal-ḫajj,
Artinya: Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang bulan sabit. Katakanlah, “Itu adalah (penunjuk) waktu bagi manusia dan (ibadah) haji.” (QS Al-Baqarah : 189)
Menurutnya, ayat tersebut mengandung beberapa hal. Pertama, bahwa kalender Islam itu adalah kalender lunar (bulan). Kedua, ada isyarat bahwa kalender Islam itu bersifat global. Ini dapat dipahami dari pernyataan lin-nas (bagi manusia) yang menunjukkan keumuman dan keberlakuan kalender secara universal bagi seluruh manusia di muka bumi.