Menunda Tobat sampai Menjelang Ajal, Diterima Apa Ditolak?
Miftah yusufpati
Senin, 24 Februari 2025 - 04:45 WIB
Tobat harus disegerakan, jangan menunggu Allah menolak tobat kita. Ilustrasi: AI
LANGIT7-ID--Tobat adalah wajib bagi seluruh kaum mukminin dan melaksananya secepatnya adalah kewajiban yang lain. Sehingga tidak boleh ditunda pelaksanaannya. Karena itu akan berbahaya bagi hati orang yang beragama.
"Dan jika tidak secepatnya membersihkan dirinya dari dosa, ditakutkan pengaruh dosa itu akan bertumpuk dalam hatinya, satu per satu, hingga hati itu menghitam atau membusuk," tulis Syaikh Yusuf al Qardhawi dalam "at Taubat Ila Allah".
Hal ini seperti disebutkan halam hadis yang diriwayaktan oleh Abu Hurairah ra dari Nabi SAW:
"Sesungguhnya seorang manusia, jika ia melakukan dosa maka di hatinya akan tercoreng warna hitam, dan jika ia meninggalkan perbuatan dosa itu serta bertobat darinya, maka hatinya kembali bersih. Dan jika ia kembali melakukan dosanya itu, maka hitamnya itu akan ditambah hingga menutupi seluruh hatinya, itulah tutupan yang disebutkan Allah SWT dalam firman-Nya:
"Sama sekali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka." (Hadits diriwayatkan oleh Tirmizi (3331) dan ia berkata: Hasan Sahih.
Demikian juga An Nasai, Ibnu Majah (4244), Ibnu Hibban dalam sahihnya seperti terdapat dalam Al Mawarid (2448) dan Al Hakim serta ia mensahihkannya atas syarat Muslim dan Adz Dzahabi menyetujuinya (2/517). Dan ayat itu adalah dari QS Al Muthaffifiin: 14)
Baca juga: Apakah Tobat Wajib Dilakukan dari Dosa-Dosa Kecil?
"Dan jika tidak secepatnya membersihkan dirinya dari dosa, ditakutkan pengaruh dosa itu akan bertumpuk dalam hatinya, satu per satu, hingga hati itu menghitam atau membusuk," tulis Syaikh Yusuf al Qardhawi dalam "at Taubat Ila Allah".
Hal ini seperti disebutkan halam hadis yang diriwayaktan oleh Abu Hurairah ra dari Nabi SAW:
"Sesungguhnya seorang manusia, jika ia melakukan dosa maka di hatinya akan tercoreng warna hitam, dan jika ia meninggalkan perbuatan dosa itu serta bertobat darinya, maka hatinya kembali bersih. Dan jika ia kembali melakukan dosanya itu, maka hitamnya itu akan ditambah hingga menutupi seluruh hatinya, itulah tutupan yang disebutkan Allah SWT dalam firman-Nya:
"Sama sekali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka." (Hadits diriwayatkan oleh Tirmizi (3331) dan ia berkata: Hasan Sahih.
Demikian juga An Nasai, Ibnu Majah (4244), Ibnu Hibban dalam sahihnya seperti terdapat dalam Al Mawarid (2448) dan Al Hakim serta ia mensahihkannya atas syarat Muslim dan Adz Dzahabi menyetujuinya (2/517). Dan ayat itu adalah dari QS Al Muthaffifiin: 14)
Baca juga: Apakah Tobat Wajib Dilakukan dari Dosa-Dosa Kecil?