Nuzulul Qur'an dan Pertanyaan-Pertanyaan Seputar Lailatul Qadar
Miftah yusufpati
Sabtu, 15 Maret 2025 - 17:04 WIB
Malam tersebut adalah malam mulia, tidak mudah diketahui betapa besar kemuliaannya. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID--Surah Al-Qadr adalah surah ke-97 menurut urutannya di dalam Mushaf. Ia ditempatkan sesudah surah Iqra'. Para ulama Al-Quran menyatakan bahwa ia turun jauh sesudah turunnya surah Iqra'. Bahkan, sebagian di antara mereka, menyatakan bahwa surah Al-Qadr turun setelah Nabi Muhammad SAW berhijrah ke Madinah.
Penempatan dan perurutan surah dalam Al-Quran dilakukan langsung atas perintah Allah SWT, dan dari perurutannya ditemukan keserasian-keserasian yang mengagumkan.
Prof Dr M Quraish Shihab dalam bukunya berjudul "Membumikan Al-Qur'an, Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat" (Mizan, 1996) menjelaskan kalau dalam surah Iqra', Nabi SAW diperintahkan (demikian pula kaum Muslim) untuk membaca dan yang dibaca itu antara lain adalah Al-Quran, maka wajarlah jika surah sesudahnya --yakni surah Al-Qadr ini-- berbicara tentang turunnya Al-Quran dan kemuliaan malam yang terpilih sebagai malam Nuzul Al-Qur'an (turunnya Al-Quran).
Baca juga: Nuzulul Qur'an: Mengapa Ayat-Ayatnya Terkesan Acak? Begini Penjelasannya
Pertanyaan Seputar Lailatul Qadar
Quraish mengatakan bulan Ramadan memiliki sekian banyak keistimewaan. Salah satu di antaranya adalah Laylat Al-Qadr -- satu malam yang oleh Al-Quran dinamai "lebih baik daripada seribu bulan".
Akan tetapi, apa dan bagaimana malam itu? Apakah ia terjadi sekali saja yakni pada malam ketika turunnya Al-Quran lima belas abad yang lalu atau terjadi setiap bulan Ramadan sepanjang sejarah?
Penempatan dan perurutan surah dalam Al-Quran dilakukan langsung atas perintah Allah SWT, dan dari perurutannya ditemukan keserasian-keserasian yang mengagumkan.
Prof Dr M Quraish Shihab dalam bukunya berjudul "Membumikan Al-Qur'an, Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat" (Mizan, 1996) menjelaskan kalau dalam surah Iqra', Nabi SAW diperintahkan (demikian pula kaum Muslim) untuk membaca dan yang dibaca itu antara lain adalah Al-Quran, maka wajarlah jika surah sesudahnya --yakni surah Al-Qadr ini-- berbicara tentang turunnya Al-Quran dan kemuliaan malam yang terpilih sebagai malam Nuzul Al-Qur'an (turunnya Al-Quran).
Baca juga: Nuzulul Qur'an: Mengapa Ayat-Ayatnya Terkesan Acak? Begini Penjelasannya
Pertanyaan Seputar Lailatul Qadar
Quraish mengatakan bulan Ramadan memiliki sekian banyak keistimewaan. Salah satu di antaranya adalah Laylat Al-Qadr -- satu malam yang oleh Al-Quran dinamai "lebih baik daripada seribu bulan".
Akan tetapi, apa dan bagaimana malam itu? Apakah ia terjadi sekali saja yakni pada malam ketika turunnya Al-Quran lima belas abad yang lalu atau terjadi setiap bulan Ramadan sepanjang sejarah?