home edukasi & pesantren

Lailatul Qadar: Sulit Dijangkau Hakikatnya secara Sempurna oleh Akal Pikiran Manusia

Ahad, 16 Maret 2025 - 03:00 WIB
Persoalan Laylat Al-Qadr harus dirujuk kepada Al-Quran dan Sunnah Rasulullah SAW. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID-- Umat Islam harus diimani bahwa Al-Quran telah menjelaskan "Ada suatu malam yang bernama Lailatul Qadar" (QS 97:1) dan bahwa malam itu adalah "malam yang penuh berkah di mana dijelaskan atau ditetapkan segala urusan besar dengan penuh kebijaksanaan" (QS 44:3).

Malam tersebut terjadi pada bulan Ramadan (QS 2:185) serta pada malam Al-Qadr (QS 97:1). Malam tersebut adalah malam mulia, tidak mudah diketahui betapa besar kemuliaannya. Ini diisyaratkan oleh adanya "pertanyaan" dalam bentuk pengagungan, yaitu Wa ma adraka ma laylat Al-Qadr.

13 Kali Kalimat Ma Adraka Terulang dalam Al-Quran

Prof Dr M Quraish Shihab dalam bukunya berjudul "Membumikan Al-Qur'an, Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat" (Mizan, 1996) menjelaskan 13 kali kalimat ma adraka terulang dalam Al-Quran. Sepuluh di antaranya mempertanyakan tentang kehebatan yang terkait dengan hari kemudian, seperti Ma adraka ma Yawm Al-Fashl, ... Al-Haqqah .. 'illiyyun, dan sebagainya.

Semuanya itu merupakan hal yang tidak mudah dijangkau oleh akal pikiran manusia, kalau enggan berkata mustahil dijangkaunya. Dari ketiga belas kali ma adraka itu terdapat tiga kali yang mengatakan: Ma adraka ma al-thariq, Ma adraka ma al-aqabah, dan Ma adraka ma laylat al-qadr.

Baca juga: Nuzulul Qur'an dan Pertanyaan-Pertanyaan Seputar Lailatul Qadar

Menurut Quraish, kalau dilihat pemakaian Al-Quran tentang hal-hal yang menjadi objek pertanyaan, maka kesemuanya adalah hal-hal yang sangat hebat dan sulit dijangkau hakikatnya secara sempurna oleh akal pikiran manusia. Hal ini tentunya termasuk Laylat Al-Qadr.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya