home sosok muslim

Sahin dan Türeci, Ilmuwan Muslim Penemu Vaksin Covid-19

Kamis, 24 Maret 2022 - 08:55 WIB
Ugur Sahin dan zlem Treci (sumber: ft.com)
Pendiri perusahaan Jerman BioNTech, Uğur Şahin dan Özlem Türeci, memenangkan penghargaan sains paling bergensi atas kontribusi mereka dalam menciptakan vaksin Covid-19. Dia termasuk di antara tujuh ilmuwan yang memenangkan Penghargaan Putri Asturias untuk Riset Teknis dan Ilmiah, pada Rabu (23/6/2021).

Şahin dan Türeci merupakan pasangan suami istri. Keduanya mengejutkan dunia saat mengumumkan vaksin yang mereka kembangkan bersama perusahaan farmasi Amerika Serikat Pfizer yang diklaim mampu 90 persen mencegah Covid-19.

Bahkan BioNTech merilis vaksin jauh lebih cepat dari perkiraan banyak orang. Vaksin itu juga mengandalkan teknologi mRNA mutakhir.

Keberhasilan itu berawal pada Januari 2020. Saat itu, Şahin membaca artikel tentang corona di sebuah jurnal kesehatan. Artikel itu membuat dia yakin corona akan menjadi pandemi global. Ia pun mulai mengerjakan misi Proyek Lightspeed, menggunakan teknologi messenger RNA untuk mengembangkan vaksin.

“Vaksin ini bisa menjadi permulaan dari berakhirnya pandemi Covid-19,” kata Şahin dikutip dari New York Times.

Mengenal Şahin dan Türeci

Şahin (55 tahun) merupakan dokter berdarah Turki dan pindah ke Jerman pada umur 4 tahun. Sementara Türeci (53 tahun) lahir di Jerman dari orang tua warga negara Turki. Keduanya kini menjadi panutan bagi imigran Turki di Jerman.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
ilmuwan muslim saintis muslim vaksin covid-19
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya