Menag Lakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Pesantren Istiqlal di Kampus UIII
Tim langit 7
Rabu, 23 April 2025 - 06:57 WIB
Menag Lakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Pesantren Istiqlal di Kampus UIII
LANGIT7.ID-Depok; Menteri Agama Nasaruddin Umar meletakkan batu pertama pembangunan Pesantren Istiqlal Internasional Indonesia (PIII) di kampus Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) Depok pada Selasa, 22 April 2025.
Acara ini dihadiri oleh Menko PMK Pratikno, Mendagri Tito Karnavian, dan sejumlah tokoh lainnya.
PIII dirancang sebagai madrasah dengan konsep asrama yang mencakup jenjang pendidikan Madrasah Ibtidaiyah, Tsanawiyah, dan Aliyah. Pesantren ini bertujuan untuk menyatukan kekuatan tradisi pesantren dengan visi global dalam pendidikan.
Menag Nasaruddin Umar mengatakan PIII akan menjadi model pendidikan madrasah berbasis pesantren bertaraf internasional. Pesantren ini tidak hanya berfungsi sebagai institusi pendidikan, tetapi juga sebagai simbol kekuatan lunak Indonesia di dunia. Gagasan pembangunan PIII berakar pada sejarah panjang peradaban Islam, dari Baitul Hikmah di Baghdad hingga Nusantara.
Menko PMK Pratikno menyatakan harapannya agar Indonesia dapat menjadi tempat belajar tentang Islam yang damai dan toleran. UIII bukan proyek biasa, melainkan proyek global yang dirancang untuk berkontribusi bagi dunia. Alumni UIII diharapkan dapat menjadi diplomat atau guru agama yang menyebarkan nilai-nilai Islam moderat ke seluruh dunia.
Dirjen Pendidikan Islam Suyitno menjelaskan bahwa PIII memiliki tiga fungsi utama: pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat. Kurikulumnya mengintegrasikan ilmu diniyah klasik, kompetensi nasional, dan standar internasional. Santri tidak hanya mempelajari ilmu agama, tetapi juga sains, teknologi, dan kewirausahaan.
Kehadiran PIII diharapkan dapat melahirkan pemimpin umat yang moderat dan berakhlak mulia, serta memberikan solusi atas berbagai tantangan sosial dan ekonomi. Pesantren ini juga diharapkan dapat mendorong pemerataan ekonomi melalui pengembangan kewirausahaan santri dan membangun jejaring toleransi global.
Acara ini dihadiri oleh Menko PMK Pratikno, Mendagri Tito Karnavian, dan sejumlah tokoh lainnya.
PIII dirancang sebagai madrasah dengan konsep asrama yang mencakup jenjang pendidikan Madrasah Ibtidaiyah, Tsanawiyah, dan Aliyah. Pesantren ini bertujuan untuk menyatukan kekuatan tradisi pesantren dengan visi global dalam pendidikan.
Menag Nasaruddin Umar mengatakan PIII akan menjadi model pendidikan madrasah berbasis pesantren bertaraf internasional. Pesantren ini tidak hanya berfungsi sebagai institusi pendidikan, tetapi juga sebagai simbol kekuatan lunak Indonesia di dunia. Gagasan pembangunan PIII berakar pada sejarah panjang peradaban Islam, dari Baitul Hikmah di Baghdad hingga Nusantara.
Menko PMK Pratikno menyatakan harapannya agar Indonesia dapat menjadi tempat belajar tentang Islam yang damai dan toleran. UIII bukan proyek biasa, melainkan proyek global yang dirancang untuk berkontribusi bagi dunia. Alumni UIII diharapkan dapat menjadi diplomat atau guru agama yang menyebarkan nilai-nilai Islam moderat ke seluruh dunia.
Dirjen Pendidikan Islam Suyitno menjelaskan bahwa PIII memiliki tiga fungsi utama: pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat. Kurikulumnya mengintegrasikan ilmu diniyah klasik, kompetensi nasional, dan standar internasional. Santri tidak hanya mempelajari ilmu agama, tetapi juga sains, teknologi, dan kewirausahaan.
Kehadiran PIII diharapkan dapat melahirkan pemimpin umat yang moderat dan berakhlak mulia, serta memberikan solusi atas berbagai tantangan sosial dan ekonomi. Pesantren ini juga diharapkan dapat mendorong pemerataan ekonomi melalui pengembangan kewirausahaan santri dan membangun jejaring toleransi global.