Menteri Fadli Zon Gaungkan Diplomasi Budaya Bersama IFCD di Jakarta
Tim langit 7
Jum'at, 25 April 2025 - 09:00 WIB
Menteri Fadli Zon Gaungkan Diplomasi Budaya Bersama IFCD di Jakarta
LANGIT7.ID-Jakarta;Menteri Kebudayaan Fadli Zon menerima kunjungan delegasi International Forum for Cooperation and Dialogue (IFCD). IFCD sebagai organisasi non-pemerintah yang beranggotakan anggota parlemen, aktivis, dan profesional negara termasuk dari Indonesia ini, memiliki kepedulian tinggi terhadap kerja sama antar bangsa dalam membangun dialog lintas budaya.
Delapan delegasi IFCD hadir; Dr. Jazuli Juwaini, IFCD-Indonesia; Ahmad Al Rawi, Ketua IFCD-Inggris; Dr. Azza Ayoubi, IFCD-Lebanon; Dr. Salahaddin Abdul Maksud, IFCD-Turki; Muhammad Elfikhi, IFCD-Turkiye; Fathi Ayadi, IFSC-Tunisia; Nasser Dalaali; IFCD-Irak; dan Mohammed Hikmat Walid, IFCD-Inggris.
Menbud Fadli Zon menyambut baik kedatangan para delegasi IFCD. “Kami sangat senang sekali menerima kedatangan para delegasi, anggota dan mantan anggota parlemen, tokoh-tokoh ulama dari IFCB, dari negara-negara yang sangat bersahabat dengan Indonesia,” kata Fadli Zon.
Dalam sambutannya, Menbud sampaikan bahwa dialog dan kerja sama berbasis budaya dapat menjadi jalan damai untuk mempererat hubungan antarbangsa. Seperti yang dilakukan oleh Kementerian Kebudayaan melalui Pameran Misykat: Cahaya Peradaban Islam Indonesia di Museum Nasional Indonesia. Pameran ini sampaikan narasi jejak peradaban Islam yang masuk ke Indonesia melalui cara damai.
“Kementerian Kebudayaan adalah kementerian baru yang berfokus pada penguatan ekosistem budaya Indonesia. Kami percaya bahwa dialog dan kerja sama berbasis budaya dapat menjadi jalan damai untuk mempererat hubungan antarbangsa,” tambahnya.
Apresiasi juga diberikan oleh Dr. Jazuli Juwaini sebagai tuan rumah IFCD-Indonesia kepada Kementerian Kebudayaan. “Kementerian Kebudayaan adalah lembaga yang konsen dalam membangun dialog dan komunikasi lewat kebudayaan, bahkan kebudayaan dipandang efektif daripada lisan,” katanya.
Dalam kesempatan ini, Menbud Fadli Zon juga berbicara mengenai keterlibatan dan komitmen Indonesia dalam menyelesaikan isu perdamaian, termasuk kemerdekaan Palestina. Saat mendampingi kunjungan kenegaraan yang dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto, Menbud Fadli Zon ikut menyuarakan perdamaian dari sisi kebudayaan.
Delapan delegasi IFCD hadir; Dr. Jazuli Juwaini, IFCD-Indonesia; Ahmad Al Rawi, Ketua IFCD-Inggris; Dr. Azza Ayoubi, IFCD-Lebanon; Dr. Salahaddin Abdul Maksud, IFCD-Turki; Muhammad Elfikhi, IFCD-Turkiye; Fathi Ayadi, IFSC-Tunisia; Nasser Dalaali; IFCD-Irak; dan Mohammed Hikmat Walid, IFCD-Inggris.
Menbud Fadli Zon menyambut baik kedatangan para delegasi IFCD. “Kami sangat senang sekali menerima kedatangan para delegasi, anggota dan mantan anggota parlemen, tokoh-tokoh ulama dari IFCB, dari negara-negara yang sangat bersahabat dengan Indonesia,” kata Fadli Zon.
Dalam sambutannya, Menbud sampaikan bahwa dialog dan kerja sama berbasis budaya dapat menjadi jalan damai untuk mempererat hubungan antarbangsa. Seperti yang dilakukan oleh Kementerian Kebudayaan melalui Pameran Misykat: Cahaya Peradaban Islam Indonesia di Museum Nasional Indonesia. Pameran ini sampaikan narasi jejak peradaban Islam yang masuk ke Indonesia melalui cara damai.
“Kementerian Kebudayaan adalah kementerian baru yang berfokus pada penguatan ekosistem budaya Indonesia. Kami percaya bahwa dialog dan kerja sama berbasis budaya dapat menjadi jalan damai untuk mempererat hubungan antarbangsa,” tambahnya.
Apresiasi juga diberikan oleh Dr. Jazuli Juwaini sebagai tuan rumah IFCD-Indonesia kepada Kementerian Kebudayaan. “Kementerian Kebudayaan adalah lembaga yang konsen dalam membangun dialog dan komunikasi lewat kebudayaan, bahkan kebudayaan dipandang efektif daripada lisan,” katanya.
Dalam kesempatan ini, Menbud Fadli Zon juga berbicara mengenai keterlibatan dan komitmen Indonesia dalam menyelesaikan isu perdamaian, termasuk kemerdekaan Palestina. Saat mendampingi kunjungan kenegaraan yang dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto, Menbud Fadli Zon ikut menyuarakan perdamaian dari sisi kebudayaan.