Menteri Kebudayaan Dorong Pembangunan Budaya di Forum Pemuda NTT Kupang
Tim langit 7
Sabtu, 26 April 2025 - 14:24 WIB
Menteri Kebudayaan Dorong Pembangunan Budaya di Forum Pemuda NTT Kupang
LANGIT7.ID- Kupang;Hari ini Menteri Kebudayaan Fadli Zon berkesempatan melakukan kunjungan kerja ke Nusa Tenggara Timur. Tiba di Bandara El Tari, kedatangan Menbud Fadli Zon pagi ini disambut secara langsung oleh Gubernur NTT, Emanuel Melkiades. Setelah mengalungkan selendang tenun ikat Adonara yang secara simbolis menandakan kedatangan Menbud diterima dengan baik oleh masyarakat di NTT.
Didampingi Gubernur NTT, Menbud menghadiri Seminar Nasional "Membedah Frasa Ayo Bangun NTT" di Hotel Harper, Kupang. Seminar Nasional ini diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Forum Pemuda Nusa Tenggara Timur (NTT) Kota Kupang. Adrian Masang selaku Ketua DPD FP NTT Kota Kupang menjelaskan bahwa Forum ini bukan hanya wadah silaturahmi, tetapi juga menjadi motor penggerak gagasan dan aksi nyata.
“Kami dorong setiap ide, sekecil apapun, untuk diwujudkan demi NTT. Melalui seminar ini, kita ingin berbagi praktik baik dan pengalaman dari pemuda yang telah lebih dulu berkontribusi di bidang masing-masing. Ini juga bentuk dorongan agar pembangunan tidak hanya berorientasi pada fisik, tetapi juga menyentuh kualitas sumber daya manusia,” ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (26/4/2025).
Menteri Kebudayaan pada sambutannya di hadapan 500 peserta yang hadir, mulai dari Gubernur NTT dan Wakil Gubernur NTT, Jajaran Bupati di NTT, Kepala Badan Gizi NTT, anggota DPD Forum Pemuda NTT, serta mahasiswa dan pelajar, mengatakan dirinya ingin memulai dari perspektif kebudayaan, khususnya hal apa yang perlu dibangun. Membangun fisik dan karakter tentunya, tetapi menurutnya pada dasarnya sebagaimana dalam lagu kebangsaan Indonesia Raya, yaitu bangunlah jiwanya, bangunlah badannya.
"Jadi memang yang dibangun ini tentu yang paling penting selain pembangunan-pembangunan infrastruktur fisik adalah pembangunan manusianya. Jadi yang kita bangun jangan hanya fisik, tetapi juga budayanya. Karena budaya ini akan ada terus keberlanjutannya, ada sustainability-nya,"jelasnya.
Menbud berharap dengan diselenggarakannya Seminar Membedah Frasa Ayo Bangun NTT ini bisa menjadi sarana untuk mahasiswa dan pelajar serta seluruh elemen masyarakat NTT untuk menyatukan pemikiran dan visi untuk membangun NTT. “Kita harapkan dari seminar ini para pemuda, mahasiswa dan pelajar yang hadir dalam seminar ini bisa meresapi dan memiliki frekuensi yang sama tentang kesadaran untuk membangun dari berbagai bidang masing-masing, karena mereka generasi penerus,” harap Menbud.
"Kementerian Kebudayaan ingin budaya kita ini menjadi fondasi untuk membangun karakter dan national building. Membangun jati diri kita dan budaya kita bisa menjadi satu landasan yang kuat untuk pembangunan karakter. Dalam hal ini kebudayaan menjadi national treasure yang harus terus kita kembangkan," tutup Menbud.
Didampingi Gubernur NTT, Menbud menghadiri Seminar Nasional "Membedah Frasa Ayo Bangun NTT" di Hotel Harper, Kupang. Seminar Nasional ini diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Forum Pemuda Nusa Tenggara Timur (NTT) Kota Kupang. Adrian Masang selaku Ketua DPD FP NTT Kota Kupang menjelaskan bahwa Forum ini bukan hanya wadah silaturahmi, tetapi juga menjadi motor penggerak gagasan dan aksi nyata.
“Kami dorong setiap ide, sekecil apapun, untuk diwujudkan demi NTT. Melalui seminar ini, kita ingin berbagi praktik baik dan pengalaman dari pemuda yang telah lebih dulu berkontribusi di bidang masing-masing. Ini juga bentuk dorongan agar pembangunan tidak hanya berorientasi pada fisik, tetapi juga menyentuh kualitas sumber daya manusia,” ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (26/4/2025).
Menteri Kebudayaan pada sambutannya di hadapan 500 peserta yang hadir, mulai dari Gubernur NTT dan Wakil Gubernur NTT, Jajaran Bupati di NTT, Kepala Badan Gizi NTT, anggota DPD Forum Pemuda NTT, serta mahasiswa dan pelajar, mengatakan dirinya ingin memulai dari perspektif kebudayaan, khususnya hal apa yang perlu dibangun. Membangun fisik dan karakter tentunya, tetapi menurutnya pada dasarnya sebagaimana dalam lagu kebangsaan Indonesia Raya, yaitu bangunlah jiwanya, bangunlah badannya.
"Jadi memang yang dibangun ini tentu yang paling penting selain pembangunan-pembangunan infrastruktur fisik adalah pembangunan manusianya. Jadi yang kita bangun jangan hanya fisik, tetapi juga budayanya. Karena budaya ini akan ada terus keberlanjutannya, ada sustainability-nya,"jelasnya.
Menbud berharap dengan diselenggarakannya Seminar Membedah Frasa Ayo Bangun NTT ini bisa menjadi sarana untuk mahasiswa dan pelajar serta seluruh elemen masyarakat NTT untuk menyatukan pemikiran dan visi untuk membangun NTT. “Kita harapkan dari seminar ini para pemuda, mahasiswa dan pelajar yang hadir dalam seminar ini bisa meresapi dan memiliki frekuensi yang sama tentang kesadaran untuk membangun dari berbagai bidang masing-masing, karena mereka generasi penerus,” harap Menbud.
"Kementerian Kebudayaan ingin budaya kita ini menjadi fondasi untuk membangun karakter dan national building. Membangun jati diri kita dan budaya kita bisa menjadi satu landasan yang kuat untuk pembangunan karakter. Dalam hal ini kebudayaan menjadi national treasure yang harus terus kita kembangkan," tutup Menbud.