home global news

Calon Pekerja Migran Indonesia Tunggu Kepastian Berangkat ke Korsel dan Taiwan

Selasa, 28 September 2021 - 19:46 WIB
Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Kurniasih Mufidayati.(Dok. DPP PKS).
Di tengah situasi pandemi yang belum menentu, banyak di antara Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) yang harus menunggu hingga dua tahun lebih namun belum ada kejelasan penempatan oleh Kementerian Tenaga Kerja maupun Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BPPMI) khususnya ke dua negara tersebut.

"Banyak sekali teman-teman CPMI yang menitipkan aspirasi untuk meminta kejelasan dan keberpihakan dibuka kembalinya penempatan PMI ke Korsel dan Taiwan, terlebih saat ini kondisi kasus konfirmasi positif harian di Indonesia sedang rendah," kata Anggota Komisi IX DPR Kurniasih Mufidayati dalam keterangannya, Selasa (28/9).

"Korsel dan Taiwan pun sempat menghentikan penerimaan PMI karena kasus Covid di Indonesia tengah tinggi. Saatnya mulai dibuka kesempatan teman-teman untuk berangkat ke Korsel atau Taiwan," sambungnya.

Baca juga:Isu Klaster PTM Terbatas Mencuat, Mendikbudristek Ingatkan Warning Loss

Ia menyebutkan, banyak diantara CPMI yang melaporkan ke dirinya jika masa menunggunya hingga habis perjanjian kerja (SLC) maupun sertifikat Employment Permit System–Test of Proficiency in Korea yang berlaku dua tahun dan akhirnya habis karena penutupan keberangkatan. Ia mengungkapkan, keinginan teman-teman CPMI untuk berangkat bekerja ke Korsel terutama sangat kuat.

"Satu yang sering jadi kendala adalah biaya karantina yang dibebankan ke perusahaan di Korsel. Guna mengatasi ini bahkan teman-teman CPMI bersedia menanggung biaya karantina. Artinya kebutuhan CPMI untuk berangkat sangat urgen. Aspirasi teman-teman ini seharusnya menjadi dasar bagi pembicaraan negosiasi antarpemerintah," urainya.

Pembina Sahabat Pekerja Migran ini menyebut, CPMI tujuan Taiwan juga menagih janji pemerintah yang menyebut penempatan PMI ke Taiwan dimungkinkan jika kasus Covid-19 harian di Indonesia sudah berada di bawah 5.000 dalam satu pekan.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
migran indonesia kurniasih mufidayati anggota dpr dpr korea selatan
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya