home global news

Peringatan 70 Tahun KAA: Kementerian Kebudayaan Hadirkan Pameran Filateli KAA di Bandung

Senin, 28 April 2025 - 18:10 WIB
Peringatan 70 Tahun KAA: Kementerian Kebudayaan Hadirkan Pameran Filateli KAA di Bandung
LANGIT7.ID-Bandung;Dalam rangka memperingati 70 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA), Kementerian Kebudayaan bekerja sama dengan PT Pos Indonesia, Perkumpulan Filatelis Indonesia, Pemerintah Kota Bandung, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Kementerian Luar Negeri, serta Kementerian Komunikasi dan Digital, menggelar Pameran Filateli Konferensi Asia Afrika di Kantor Pos Asia Afrika, Bandung.

Kegiatan yang dihadiri oleh Direktur Jasa Bisnis dan keuangan PT. Pos Indonesia, Haris; Executive General Manager KCU Bandung PT. Pos Indonesia, M. Subhan; EVP Regional 3 Bandung, Hani Sartana; Ketua Kamar Dagang dan Industri Provinsi Jawa Barat, Almer Faiq Rusydi; Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, Nuzrul Irwan Irawan; Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Asep Ramdhani; Kepala Museum Konferensi Asia Afrika; dan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI untuk Ethiopia, Djibouti, dan Uni Afrika (2019-2025), Al Busyra Basnur, ini ditandai dengan peresmian dan penandatanganan Sampul Pameran Filateli Peringatan 70 Tahun KAA oleh Menteri Kebudayaan, disaksikan oleh para pejabat serta tamu undangan.

Turut hadir dalam pembukaan pameran tersebut, Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan, Endah Tjahjani; Staf Khusus Menteri Bidang Diplomasi Budaya dan Hubungan Internasional, Annisa Rengganis; Staf Ahli Menteri Ekonomi dan Industri Kebudayaan, Anindita Kusuma; serta jajaran Kementerian Kebudayaan.

Menteri Kebudayaan, Fadli Zon dalam sambutannya menegaskan pentingnya peringatan 70 tahun KAA sebagai refleksi peran Indonesia di kancah dunia. "Kita memperingati sebuah peristiwa besar: Konferensi Asia Afrika, di mana Indonesia yang baru sepuluh tahun merdeka saat itu, mampu tampil sebagai pemimpin bangsa-bangsa Asia dan Afrika," ungkapnya dihadapan sekitar 120 tamu undangan yang hadir, Senin (28/4/2025).

Dirinya melanjutkan bahwa saat pelaksanaan KAA, hadir 29 negara dan melahirkan sebuah deklarasi yang disebut Dasa Sila Bandung yang menjadi fondasi bagi kerja sama antara negara-negara di Asia dan Afrika, perdamaian, penghormatan kepada kedaulatan setiap bangsa, serta memperjuangkan nasib negara-negara yang masih berada dalam kolonialisme.

Menteri Kebudayaan juga menekankan bahwa semangat Bandung yang lahir dari KAA tetap relevan hingga hari ini. Beliau menceritakan bagaimana ketika dirinya menyambangi sejumlah negara di Asia dan Afrika serta negara lainnya. "Bandung Spirit masih terasa kuat, khususnya di negara-negara Asia dan Afrika. Semangat solidaritas dan perjuangan untuk kemerdekaan tetap hidup. Hari ini, kita masih punya hutang sejarah, salah satunya kepada Palestina yang masih berjuang untuk kemerdekaan," tegas beliau.

Melalui pameran ini, Menteri Kebudayaan mengajak masyarakat untuk memahami bahwa filateli bukan sekadar hobi atau alat surat-menyurat, melainkan juga bagian dari dokumentasi sejarah dan kedaulatan bangsa. Dirinya juga menekankan, melalui pameran ini dapat menjadi ajang dalam mengenang semangat Bandung dan mengapresiasi peran filateli sebagai saksi bisu dinamika dunia.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya