Gebrakan Baru, Kemendikdasmen Luncurkan Gerakan 1.000 Siswa SMK Sales Naik Kelas
Lusi mahgriefie
Selasa, 29 April 2025 - 08:16 WIB
Mendikdasmen Abdul Muti saat memberi sambutan dalam peluncuran Gerakan 1.000 Siswa SMK Sales Naik Kelas, Senin (28/4) di Jakarta. Foto: dok. Vokasi Kemdikdasmen
Gerakan 1.000 Siswa SMK Sales Naik Kelas diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Program ini dirancang untuk meningkatkan kualitas lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) bidang pemasaran, dengan memperkuat keterampilan praktis para siswa agar siap bersaing di dunia kerja.
Kemendikdasmen melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK) meluncurkan program Gerakan 1.000 Siswa SMK Sales Naik Kelas tersebut pada Senin (28/4/2025) di Kantor Kemendikdasmen, Jakarta.
Program ini diisi dengan pelatihan berbasis industri, yang diharapkan dapat menjadi solusi nyata dalam menjawab kesenjangan tenaga sales di Indonesia serta kebutuhan industri terhadap tenaga sales yang andal dan profesional.
Pada kesempatan yang sama, dilaksanakan juga Penandatanganan Pernyataan Bersama antara Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi PKPLK, SMK, dan industri dalam Penyelenggaraan Program Gerakan 1.000 Siswa SMK Sales Naik Kelas.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menyambut baik kerja sama ini. Ia menyampaikan bahwa profesi sales memiliki peran yang sangat penting bagi keberlangsungan perusahaan. Menurut Abdul Mu'ti, hampir semua sektor saat ini membutuhkan tenaga sales atau marketers, salah satunya untuk membangun branding dan pemasaran perusahaan.
“Tantangan kita saat ini adalah bagaimana mengangkat jurusan marketing ini agar lebih bisa menghasilkan lulusan yang siap memenuhi kebutuhan dunia usaha yang semakin bervariasi dengan pasar yang berbeda-beda,” kata dia.
Sebagai sebuah inisiatif, tambahnya, Gerakan 1.000 Siswa SMK Sales Naik Kelas tidak hanya fokus pada peningkatan keterampilan individu, tetapi juga merupakan program strategis dalam mendorong naiknya kualitas kolaborasi antara pemerintah, industri, dan sekolah. Untuk itulah, Abdul Mu'ti menyampaikan terima kasih kepada industri yang terlibat dalam program ini.
Kemendikdasmen melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK) meluncurkan program Gerakan 1.000 Siswa SMK Sales Naik Kelas tersebut pada Senin (28/4/2025) di Kantor Kemendikdasmen, Jakarta.
Program ini diisi dengan pelatihan berbasis industri, yang diharapkan dapat menjadi solusi nyata dalam menjawab kesenjangan tenaga sales di Indonesia serta kebutuhan industri terhadap tenaga sales yang andal dan profesional.
Pada kesempatan yang sama, dilaksanakan juga Penandatanganan Pernyataan Bersama antara Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi PKPLK, SMK, dan industri dalam Penyelenggaraan Program Gerakan 1.000 Siswa SMK Sales Naik Kelas.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menyambut baik kerja sama ini. Ia menyampaikan bahwa profesi sales memiliki peran yang sangat penting bagi keberlangsungan perusahaan. Menurut Abdul Mu'ti, hampir semua sektor saat ini membutuhkan tenaga sales atau marketers, salah satunya untuk membangun branding dan pemasaran perusahaan.
“Tantangan kita saat ini adalah bagaimana mengangkat jurusan marketing ini agar lebih bisa menghasilkan lulusan yang siap memenuhi kebutuhan dunia usaha yang semakin bervariasi dengan pasar yang berbeda-beda,” kata dia.
Sebagai sebuah inisiatif, tambahnya, Gerakan 1.000 Siswa SMK Sales Naik Kelas tidak hanya fokus pada peningkatan keterampilan individu, tetapi juga merupakan program strategis dalam mendorong naiknya kualitas kolaborasi antara pemerintah, industri, dan sekolah. Untuk itulah, Abdul Mu'ti menyampaikan terima kasih kepada industri yang terlibat dalam program ini.