2 Kisah Perjuangan Naik Haji yang Menyentuh Kalbu, dari Menabung sampai 55 Tahun dari Jualan Sate dan Usia 95 Tahun Baru Bisa Berangkat
Haris budiman
Senin, 05 Mei 2025 - 19:29 WIB
Ilustrasi ibadah haji. (foto: unsplash.com/@iuzofficial)
LANGIT7.ID-Ada dua kisah perjuangan naik haji 2025 yang menyentuh kalbu. Dari kisah nenek menabung hingga 55 tahun lamanya dari berdagang sate, hingga seorang kakek 95 tahun baru bisa berangkat.
Kisah pertama dialami nenek Asma Tanjung,78 tahun. Ia tak menyangka perjuangannya menunaikan rukun Islam kelima terlaksana tahun ini.
Untuk bisa menunaikan ibadah haji, Asma Tanjung yang berprofesi sebagai pedagang sate menabung 55 tahun lamanya.
Asma Tanjung sudah berjualan sate di Pasar Baru Panyabungan, Mandailing Natal, Sumatera Utara, sejak 1970. Sebagai seorang muslim, Asma Tanjung tentu ingin menunaikan ibadah haji yang merupakan rukun Islam kelima. Ia punya keinginan kuat untuk mengunjungi Ka'bah di tanah suci Makkah.
Sejak awal, Asma Tanjung dan suaminya menanamkan niat untuk naik haji bersama. Namun, impian itu tampak seperti hal yang mustahil bagi seorang penjual sate, terutama dengan meningkatnya kebutuhan keluarga. Meski demikian, Asma Tanjung tidak pernah menyerah.
Nenek Asma Tanjung, berangkat haji setelah menabung 55 tahun lamanya. (foto: kemenag.go.id)
Kisah pertama dialami nenek Asma Tanjung,78 tahun. Ia tak menyangka perjuangannya menunaikan rukun Islam kelima terlaksana tahun ini.
Untuk bisa menunaikan ibadah haji, Asma Tanjung yang berprofesi sebagai pedagang sate menabung 55 tahun lamanya.
Asma Tanjung sudah berjualan sate di Pasar Baru Panyabungan, Mandailing Natal, Sumatera Utara, sejak 1970. Sebagai seorang muslim, Asma Tanjung tentu ingin menunaikan ibadah haji yang merupakan rukun Islam kelima. Ia punya keinginan kuat untuk mengunjungi Ka'bah di tanah suci Makkah.
Sejak awal, Asma Tanjung dan suaminya menanamkan niat untuk naik haji bersama. Namun, impian itu tampak seperti hal yang mustahil bagi seorang penjual sate, terutama dengan meningkatnya kebutuhan keluarga. Meski demikian, Asma Tanjung tidak pernah menyerah.
Nenek Asma Tanjung, berangkat haji setelah menabung 55 tahun lamanya. (foto: kemenag.go.id)