home masjid

Perang Fijar: Kisah Nabi Muhammad Memanggul Senjata saat Usia 15 Tahun

Rabu, 07 Mei 2025 - 04:30 WIB
Setelah perang Fijar usai, diadakanlah perdamaian yang dikenal dengan istilah Hilful Fudhul. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID-Perang Fijar adalah sebuah peperangan yang terjadi antara kabilah Quraisy dan sekutunya, Kinanah, melawan kabilah Qais. Perang ini dinamakan "Fijar" karena terjadi pelanggaran terhadap kesucian bulan-bulan suci, yaitu bulan-bulan yang dilarang untuk berperang. Perang ini terjadi saat Nabi Muhammad masih muda, sekitar 15 tahun.

Perang Badar adalah perang pertama Rasulullah SAW selama menjadi Rasul. Ini merupakan perang antara kaum muslim Madinah melawan kaum kafir Makkah. Hanya saja, jauh sebelum menjadi rasul, Nabi Muhammad sudah memiliki pengalaman menanggul senjata.

Pengalaman perang pertama beliau adalah pada Perang Fijar, yakni perang yang terjadi antara kabilah Quraisy dan sekutu mereka dari Bani Kinanah melawan kabilah Qais dan ‘Aylan. Dinamakan “Perang Fijar” karena dinodainya kesucian Asy-Syahrul Haram pada bulan tersebut.

Kala itu usia Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam (SAW) 20 tahun. Komandan perang yang membawahi kabilah Quraisy dan Kinanah adalah Harb bin Umayyah.

Muhammad Husain Haekal dalam bukunya berjudul "Sejarah Hidup Muhammad", menyebut Nabi Muhammad telah mengenal arti memanggul senjata, ketika ia mendampingi paman-pamannya dalam Perang Fijar.

Baca juga: Kisah Jin di Era Rasulullah: Ada yang Membantu Kafir Quraisy dalam Perang Badar

Haekal menjelaskan, pada waktu itu pekan-pekan dagang diadakan di 'Ukaz, yang terletak antara Ta'if dengan Nakhla dan antara Majanna dengan Dhu'l-Majaz, tidak jauh dari 'Arafat.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya