Kisah Perluasan Wilayah Islam di Luar Keinginan Umar bin Khattab
Miftah yusufpati
Sabtu, 10 Mei 2025 - 16:00 WIB
Sebelum dikenal bangsa ini, sistem kesatuan yang stabil sudah lebih dulu dikenal oleh negara-negara tetangga. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID-Masa pemerintahan Umar bin Khattab adalah masa perang dan penaklukan, dengan kemenangan yang selalu berada di pihak Muslimin. Kedaulatan mereka itu meluas sampai mendekati Afganistan dan Cina di sebelah timur, Anatolia dan Laut Kaspia di utara, Tunis dan sekitarnya di Afrika Utara di bagian barat dan kawasan Nubia di selatan.
Di samping itu, mengadakan perluasan sampai daerahÂ-daerah itu di luar keinginan Umar atau Abu Bakar pendahulunya.
Muhammad Husain Haekal dalam bukunya berjudul "Al-Faruq Umar" yang diterjemahkan Ali Audah menjadi "Umar bin Khattab, Sebuah teladan mendalam tentang pertumbuhan Islam dan Kedaulatannya masa itu" (Lintera AntarNusa, 2000) menyebut politik Umar ialah hendak menggabungkan semua ras Arab ke dalam satu kesatuan yang membentang dari Teluk Aden di selatan sampai ke ujung utara di pedalaman Samawah - Irak dan Syam termasuk ke dalam kesatuan itu - karena kekuasaan di sana berada di tangan Arab Banu Lakhm dan Banu Gassan.
Akan tetapi sesudah semua itu selesai, ia ingin hanya sampai di perbatasan itu, jangan melampaui.
Angan-angannya, sekiranya antara dia dengan Persia dibatasi oleh sebuah gunung dari api, masing-masing tidak saling berbaur, dan antara dia dengan Romawi dibatasi oleh sebuah bendungan yang akan merintangi mereka kembali ke tanah yang sudah dibebaskan itu.
Baca juga: Ilmu Fikih: Kisah Debat Umar bin Khattab dengan Ammar bin Yasir tentang Junub
Tetapi beberapa peristiwa sering lebih kuat dari manusia, dan peristiwa-peristiwa itulah yang telah mendorong Muslimin meneruskan langkah pembebasan itu dan sudah sampai sejauh daerah-daerah yang kita lihat.
Di samping itu, mengadakan perluasan sampai daerahÂ-daerah itu di luar keinginan Umar atau Abu Bakar pendahulunya.
Muhammad Husain Haekal dalam bukunya berjudul "Al-Faruq Umar" yang diterjemahkan Ali Audah menjadi "Umar bin Khattab, Sebuah teladan mendalam tentang pertumbuhan Islam dan Kedaulatannya masa itu" (Lintera AntarNusa, 2000) menyebut politik Umar ialah hendak menggabungkan semua ras Arab ke dalam satu kesatuan yang membentang dari Teluk Aden di selatan sampai ke ujung utara di pedalaman Samawah - Irak dan Syam termasuk ke dalam kesatuan itu - karena kekuasaan di sana berada di tangan Arab Banu Lakhm dan Banu Gassan.
Akan tetapi sesudah semua itu selesai, ia ingin hanya sampai di perbatasan itu, jangan melampaui.
Angan-angannya, sekiranya antara dia dengan Persia dibatasi oleh sebuah gunung dari api, masing-masing tidak saling berbaur, dan antara dia dengan Romawi dibatasi oleh sebuah bendungan yang akan merintangi mereka kembali ke tanah yang sudah dibebaskan itu.
Baca juga: Ilmu Fikih: Kisah Debat Umar bin Khattab dengan Ammar bin Yasir tentang Junub
Tetapi beberapa peristiwa sering lebih kuat dari manusia, dan peristiwa-peristiwa itulah yang telah mendorong Muslimin meneruskan langkah pembebasan itu dan sudah sampai sejauh daerah-daerah yang kita lihat.