Bermalam di Muzdalifah: Batu-Batu Kerikil Boleh Diambil dari Tempat Mana Saja
Miftah yusufpati
Ahad, 11 Mei 2025 - 05:15 WIB
Hendaknya setiap Haji meyakini benar bahwa ia berada di wilayah Muzdalifah. Ilustrasi: Islamic Landmark
LANGIT7.ID-Yusuf bin Abdullah bin Ahmad Al-Ahmad menjelaskan jika matahari telah tenggelam pada hari Arafah maka para Haji berduyun-duyun (meninggalkan) Arafah menuju Muzdalifah dengan tenang, diam dan tidak berdesak-desakan.
"Jika telah sampai Muzdalifah ia salat Maghrib dan Isya’ secara jama’ qashar dengan satu azan dan dua iqamat," ujarnya dalam "Shifatul Hajji wal Umrati wa Ahkamish Shalati fi Masjidin Nabawi".
Diharamkan mengakhirkan salat Isya’ hingga lewat pertengahan malam, berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:
وَوَقْتُ صَلاَةِ الْعِشَاءِ إِلَى نِصْفِ اللَّيْلِ الأَوْسَطِ
“Waktu Isya’ adalah sampai pertengahan malam.” [HR Muslim].
Jika ia takut akan lewatnya waktu, hendaknya ia salat Maghrib dan Isya’ di tempat mana saja, meskipun di Arafah.
Baca juga: Hari Arafah: Harus Yakin Benar-Benar Berada di Wilayah Arafah
"Jika telah sampai Muzdalifah ia salat Maghrib dan Isya’ secara jama’ qashar dengan satu azan dan dua iqamat," ujarnya dalam "Shifatul Hajji wal Umrati wa Ahkamish Shalati fi Masjidin Nabawi".
Diharamkan mengakhirkan salat Isya’ hingga lewat pertengahan malam, berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:
وَوَقْتُ صَلاَةِ الْعِشَاءِ إِلَى نِصْفِ اللَّيْلِ الأَوْسَطِ
“Waktu Isya’ adalah sampai pertengahan malam.” [HR Muslim].
Jika ia takut akan lewatnya waktu, hendaknya ia salat Maghrib dan Isya’ di tempat mana saja, meskipun di Arafah.
Baca juga: Hari Arafah: Harus Yakin Benar-Benar Berada di Wilayah Arafah