Abdul Mu’ti: Turos Harus Jadi Fondasi Pendidikan Islam di Indonesia, Bukan Sekadar Pengayaan Tambahan
Tim langit 7
Rabu, 21 Mei 2025 - 14:21 WIB
Mendikdasmen Abdul Muti di acara Wisuda dan Kelulusan Santri Angkatan ke-10 Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah asuhan Said Aqil Siraj. Dok: Humas
LANGIT7.ID-Jakarta;Turos merupakan karya klasik para ulama, pemikir, dan cendekiawan muslim masa lalu telah menjadi bagian penting dari warisan sejarah Islam yang sangat luhur terutama dalam bidang ilmu-ilmu agama dan ilmu-ilmu alat. Oleh karena itu turos harus menjadi landasan penting bagi pendidikan di Indonesia.
Pandangan demikian disampaikan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti ketika memberi amanat pada Wisuda dan Kelulusan Santri Angkatan ke-10 Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah asuhan Said Aqil Siraj, di Jagakarsa, Jakarta Selatan, (17/5/25).
Menyaksikan kemampuan para santri berbicara dalam dua bahasa Arab dan Inggris, Mu’ti dalam sambutan bahasa Inggris menyatakan keyakinannya kalau santri wisudawan Al Tsaqafah akan menjadi pemimpin dan pemenang sesuai dengan tema wisuda "Santri Today Leaders Tommorrow, Pillar of Indonesia Golden Future".
“I witness and I'm very optimist Muslim could become a leader, Muslim could become the champion not only in relation to our daily life our worldly life but also for our spiritual life”, ucap Mu’ti.
Mu’ti mengaku sangat berbahagia berada di pesantren Al Tsaqafah bersama Said Agil Siraj tokoh penting yang sangat ia hormati.
“Bapak-bapak Ibu-ibu saya tadi malam jam 11.00 baru tiba dari perjalanan dari Korea Selatan menghadiri pertemuan Menteri Pendidikan Negara-negara Asia Pasifik, dan karena saya sudah komit dan saya sudah senantiasa patuh samina kepada Syeikh kita almukaram Kiai Said Agil Siraj, maka saya datang ke sini dengan penuh sukacita”, ungkapnya.
Menurut Mu’ti, pendidikan harus dibangun di atas lima konstruksi atau lima dasar utama.
Pandangan demikian disampaikan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti ketika memberi amanat pada Wisuda dan Kelulusan Santri Angkatan ke-10 Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah asuhan Said Aqil Siraj, di Jagakarsa, Jakarta Selatan, (17/5/25).
Menyaksikan kemampuan para santri berbicara dalam dua bahasa Arab dan Inggris, Mu’ti dalam sambutan bahasa Inggris menyatakan keyakinannya kalau santri wisudawan Al Tsaqafah akan menjadi pemimpin dan pemenang sesuai dengan tema wisuda "Santri Today Leaders Tommorrow, Pillar of Indonesia Golden Future".
“I witness and I'm very optimist Muslim could become a leader, Muslim could become the champion not only in relation to our daily life our worldly life but also for our spiritual life”, ucap Mu’ti.
Mu’ti mengaku sangat berbahagia berada di pesantren Al Tsaqafah bersama Said Agil Siraj tokoh penting yang sangat ia hormati.
“Bapak-bapak Ibu-ibu saya tadi malam jam 11.00 baru tiba dari perjalanan dari Korea Selatan menghadiri pertemuan Menteri Pendidikan Negara-negara Asia Pasifik, dan karena saya sudah komit dan saya sudah senantiasa patuh samina kepada Syeikh kita almukaram Kiai Said Agil Siraj, maka saya datang ke sini dengan penuh sukacita”, ungkapnya.
Menurut Mu’ti, pendidikan harus dibangun di atas lima konstruksi atau lima dasar utama.